Prabowo dan Trump Bakal Bertemu, Bisakah Tarif buat RI Turun Jadi 18%?

Prabowo dan Trump Bakal Bertemu, Bisakah Tarif buat RI Turun Jadi 18%?

Andi Hidayat, Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 19 Feb 2026 06:25 WIB
U.S. President Donald Trump and Indonesian President Prabowo Subianto shake hands as they pose for a photo, at a world leaders summit on ending the Gaza war, amid a U.S.-brokered prisoner-hostage swap and ceasefire deal between Israel and Hamas, in
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto: REUTERS/Suzanne Plunkett
Jakarta -

Pemerintah berharap tarif impor Amerika Serikat (AS) produk asal Indonesia bisa dipangkas lebih rendah menjadi 18%. Saat ini, Pemerintah AS di bawah komando Presiden Donald Trump mematok tarif sebesar 19%.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan penurunan tarif masih dimungkinkan dalam proses negosiasi. Mengingat ada beberapa negara yang akhirnya mendapat keringanan tarif menjadi 18%.

"Kita hanya melihat negara-negara lain saja, kalau ada yang bisa turun 18%, ya mungkin kita pengin turun ke 18%. Tapi kan artinya bukan kita yang menentukan hal tersebut. Tapi bagian dari kita upaya untuk bernegosiasi kan, terus kita lakukan," kata Pras kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo mengakui belum ada pembahasan pemangkasan tarif lebih rendah dari 19%. Namun, peluang perubahan besaran tarif masih dimungkinkan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump, Kamis (19/2).

"Selama ini kan juga ada beberapa yang sudah, dalam tanda kutip tadi ya, ditawarkan itu lah, yang kemudian sudah disepakati. Dan kalaupun kemudian kita ingin ada penurunan lagi, ya kita serahkan kepada dua pemimpin ini. Barangkali nanti dalam proses komunikasinya tidak menutup kemungkinan," jelas Prasetyo.

ADVERTISEMENT

Menurut Prasetyo pemangkasan tarif dapat terjadi mengingat hubungan baik antara Prabowo dan Trump. Meski begitu, potensi penurunan tarif ini tidak bisa dipastikan.

"Hubungan baik kedua pemimpin ini, mungkin ada perubahan kebijakan. Kita nggak tahu," tuturnya

Dia menambahkan penandatanganan kesepakatan tarif Indonesia dengan AS yang rencananya akan ditandatangani Kamis (19/2).

"Rencana kalau sesuai jadwal di tanggal 19 (penandatanganan kerja sama tarif)," kata Prasetyo.

Simak juga Video 'Pertahankan Greenland Meski Diancam Tarif, Denmark: AS Tak Cuma Trump':

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads