Masyarakat diperbolehkan membatalkan puasa saat naik moda transportasi umum. Seperti LRT Jabodebek misalnya, masyarakat diizinkan makan dan minum untuk membatalkan puasa dengan ketentuan waktu dari adzan maghrib hingga pukul 19.00 WIB.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menjelaskan kebijakan ini merupakan bentuk pelayanan kepada pengguna yang ingin tetap nyaman menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu ketertiban perjalanan. Yang jelas konsumsi makanan dan minuman diperbolehkan di dalam kereta selama bentuknya bukan makanan berat dan berbau menyengat.
"Saat waktu berbuka, pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, tidak diperkenankan mengonsumsi makanan berat dan yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama," ujar Radhitya dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memberikan kelonggaran berbuka puasa di dalam kereta, LRT Jabodebek juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun yang dapat dimanfaatkan pengguna LRT Jabodebek. Penumpang juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan selama berbuka di dalam kereta.
"Sampah sisa makanan dan minuman diminta untuk disimpan terlebih dahulu dan dibuang di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan," tambah Radhitya.
Dari sisi operasional, LRT Jabodebek tetap melayani perjalanan secara normal dengan 430 perjalanan pada hari kerja (weekday) dan 270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, serta cuti bersama.
Begitu juga KRL Commuter Line. Penumpang bisa membatalkan puasa dengan makanan dan minuman waktu berbuka tiba. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menekankan pengguna jangan sampai membawa makanan yang terlalu berat jika harus berbuka puasa di dalam kereta.
"Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," jelas Karina dalam keterangannya.
Penumpang Commuter Line juga diminta untuk disiplin dalam menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk sampah bekas kemasan makanan dan minuman saat berbuka puasa di dalam kereta. Penumpang diimbau untuk membawa kembali sampahnya dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.
Karina juga menambahkan bahwa petugas akan menginformasikan waktu berbuka puasa, baik di dalam Commuter Line maupun di area stasiun. Selain itu, KAI Commuter menyediakan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis yang bisa dinikmati oleh seluruh pengguna dengan menggunakan botol minum (tumbler) sendiri.
Lalu di MRT Jakarta, penumpang juga diperbolehkan membatalkan puasa ketika berada di area berbayar stasiun dan di dalam kereta saat jam berbuka puasa telah tiba.
"Teman MRT dapat membatalkan puasa dengan mengkonsumsi air mineral/minum dalam tumbler serta makanan ringan seperti kurma," tulis @mrtjktinfo.
Yang tidak diperbolehkan adalah makan nasi dengan lauk pauk lengkap, makan makanan siap saji, dan minuman selain air mineral. Penumpang juga hanya diperbolehkan makan di dalam kereta hanya pada saat jam buka puasa, dengan waktu maksimal 10 menit setelah adzan maghrib.
Penumpang juga harus menjaga kebersihan di dalam stasiun maupun kereta. Jangan sampai meninggalkan sampah bekas makanannya.
Simak juga Video 'Boleh Gak Sih Sikat Gigi Saat Puasa?':
(acd/acd)










































