Inflasi Tinggi Dipicu Biaya Kuliah, Emas, Telur dan Tarif Tol
Senin, 01 Okt 2007 14:35 WIB
Jakarta -
Inflasi September terbilang cukup tinggi, faktor pemicunya atau kontribusi terbesarnya justru kenaikan harga di luar 4 bahan sembakoHal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (1/10/2007).Rusman mencontohkan kontribusi besar antara lain kenaikan biaya uang kuliah memberikan sumbangan terhadap inflasi sebsesar 0,10 persen, emas 0,04 persen, telur 0,06 persen dan biaya tol 0,02 persen."Walaupun kenaikan tol 22,8 persen tetapi sumbangan terhadap inflasi hanya 0,02 persen atau 1/40 nya," ujarnya.Komoditas yang biasanya memberikan kontribusi pada september lalu harganya stagnan seperti harga beras, minyak goreng, bahkan minyak tanah mengalami deflasi."Setelah Pertamina menggelontorkan minyak untuk lebaran, minyak tanah turun cukup banyak hingga 0,05 persen menyumbang deflasi," ujarnya.Selain itu komoditas seperti premium pertamax, bawang tanah dan tomat juga harganya tidak berubah.BPS mencatat inflasi September 2007 sebesar 0,80 persen. Dari 45 kota tercatat 43 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 3,28 persen dan inflasi terendahdi Jayapura 0,05 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Kendari 0,80 persen dan di Kupang 0,02 persen.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,81 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,45 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,18 persen, kelompok sandang 1,22 persen, kelompok kesehatan 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,70 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen.
(ddn/qom)










































