Libur Ditambah, Eksportir Repot
Selasa, 02 Okt 2007 15:54 WIB
Jakarta - Pelaku usaha yang berorientasi ekspor diperkirakan paling kena dampak atas perpanjangan cuti lebaran kali ini."Itu yang terpengaruh adalah industri besar yang banyak pegawai terutama yang berorientasi ekspor karena harus mengejar sesuai jadwal pengiriman," kata Dirjen IKM depperin, Sakri Widhianto di gedung depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/10/2007). Sementara sektor UKM tidak terlalu berpengaruh karena saat cuti bersama sudah tidak berproduksi tapi waktunya menjual. "Kalau di IKM rata-rata saat ini sedang tahap menjual bukan berproduksi. IKM garmen misalnya, stoknya sudah buat tiga bulan lalu. Jadi yang berat itu ialah yang berorientasi ekspor," jelas Sakri.IKM juga rata-rata hanya sedikit memiliki tenaga kerja dan proses produksi biasanya tergantung kebijakan per unit usaha itu. Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris meyakini perpanjangan cuti lebaran tidak berpengaruh signifikan terhadap kegiatan ekonomi."Ya tidak masalah, itu kan cuma sebentar tidak berdampak," katanya.Cuti bersama lebaran diperpanjang mulai 12-19 Oktober dari semula 12-16 Oktober.Revisi hari libur dan cuti bersama ini tertuang dalam SKB Menteri Agama, Menaker dan Menneg PAN No 481/2006 Nomor Kep 281/Men/VII/200 dan No SKB/03/M.PAN/2006 tentang Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2007.
(ir/qom)











































