Bank Dunia Turunkan Suku Bunga Pinjaman 30 bps
Selasa, 02 Okt 2007 16:03 WIB
Washington - Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia telah menyetujui penyederhanaan dan penurunan suku bunga pinjaman untuk 79 negara berpendapatan rendah dan menengah yang layak mendapatkan pinjaman termasuk Indonesia.Indonesia merupakan klien dan pemegang saham International Bank of Reconstruction and Development (IBRD). Penurunan suku bunga ini merupakan jawaban dari permintaan negara-negara peminjam yang ingin mendapatkan pembiayaan Bank Dunia yang lebih kompetitif dan memenuhi komitmen yang dibuat dalam pertemuan tahunan di Singapura tahun lalu.Pinjaman IBRD sebelumnya diberikan dengan suku bunga 30 basis poin (bps) diatas London Interbank Offered Rate (LIBOR) untuk variable spread loan (VSR). Setelah adanya struktur penetapan harga baru, maka VSR IBRD adalah setara dengan LIBOR. Atau artinya, ada penurunan 30 bps.Sehingga jika Indonesia akan meminjam US$ 100 juta, maka akan mendapatkan tambahan penghematan sekitar US$ 300.000. Struktur penetapan harga baru ini akan berlaku bagi semua pinjaman yang ditandatangani pada dan setelah 16 Mei 2007."Bank Dunia dapat menjadi mitra yang lebih baik untuk klien negara berpendapatan menengah dan ini merupakan salah satu langkah yang kami ambil untuk memenuhi komitmen tersebut," ujar Presiden Bank Dunia Robert Zoellick dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (2/10/2007).Negara berpendapatan menengah seperti Indonesia, didefinisikan Bank Dunia sebagai negara yang memiliki pendapatan per kapita antara US$ 1.025-6.055 untuk tahun 2007. Pinjaman dari IBRD untuk Indonesia biasanya diberikan selama 20 tahun dengan masa tenggang 5 tahun untuk proyek-proyek di sektor sosial, infrastruktur dll. "Proyek infrastruktur menciptakan lapangan kerja yang besar dan usaha pengentasan kemiskinan sehingga dapat membantu mengangkat kesejahteraan sekitar 17,75% masyarakat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan," ujar Joachim von Amsberg, Kepala perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia.Menurut Amsberg, penurunan suku bunga itu sangat menarik bagi Indonesia karena pembiayaan utang dari pasar modal internasional saat ini menjadi semakin mahal bagi Indonesia. Bersamaan dengan spread pasar negara berkembang yang semakin lebar sehubungan dengan gejolak pasar modal baru-baru ini, tingkat pendanaan Indonesia telah meningkat di bulan-bulan terakhir, sementara tingkat pemberian pinjaman dari Bank Dunia tetap stabil. Melalui penurunan marjin suku bunga, manfaat yang diterima Indonesia dari Bank Dunia dibandingkan dengan pasar modal internasional akan semakin meningkat.Di tahun fiskal 2007, Bank Dunia menanam investasi di Indonesia sebesar US$ 1,16 miliar untuk 28 proyek di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan pembangunan berbasis masyarakat, dengan US$ 771 juta berasal dari IBRD dan US$ 389 juta merupakan pinjaman bebas bunga dari International Development Agency (IDA). Jumlah ini mencapai 6 persen dari total pengambilan pinjaman Indonesia dalam tahun ini. Sebagai tambahan, Bank Dunia mengelola US$ 1,05 miliar Dana Perwalian untuk rekonstruksi bencana, dukungan desentralisasi, dan penyampaian layanan publik bagi masyarakat miskin.
(qom/ir)











































