Trump Ancam Naikkan Tarif Bagi Negara yang Berani Main-main dengan AS

Trump Ancam Naikkan Tarif Bagi Negara yang Berani Main-main dengan AS

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 24 Feb 2026 08:47 WIB
Trump tak melihat bagian video yang gambarkan keluarga Obama sebagai kera  Saya tidak melakukan kesalahan
Foto: BBC World
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk menaikkan tarif bagi negara-negara yang dianggap berani 'main-main' dengan kesepakatan dagang dengan Paman Sam buntut pembatalan tarif resiprokal oleh Mahkamah Agung.

Melansir Reuters, Selasa (24/2/2026), Trump mengatakan jika ada negara yang berani menarik diri dari perjanjian dagang yang baru saja dinegosiasikan dengan AS usai keputusan MA, dirinya mengaku akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi berdasarkan undang-undang perdagangan yang berbeda.

"Negara mana pun yang ingin 'bermain-main' dengan keputusan Mahkamah Agung yang konyol ini, terutama negara-negara yang telah 'menipu' AS selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi, dan lebih buruk, daripada yang baru saja mereka setujui. WASPADALAH PEMBELI!!!" kata Trump melalui unggahannya di Truth Social.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan meskipun pengadilan memutuskan untuk membatalkan tarif resiprokal yang sebelumnya ia kenakan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA), namun keputusan tersebut menegaskan bagaimana dirinya memiliki kemampuan untuk menggunakan tarif berdasarkan kewenangan hukum lainnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai contoh, menurutnya AS bisa saja mengenakan biaya lisensi baru kepada mitra dagangnya. Namun hingga kini Trump belum memberikan rincian apa pun terkait potensi-potensi penambahan tarif yang dimaksudkan.

"(Kenakan tarif) dengan cara yang jauh lebih ampuh dan menjengkelkan, dengan kepastian hukum, daripada Tarif sebagaimana yang digunakan pada awalnya," ancam Trump lagi.

Pernyataan keras Trump ini dilontarkan sebagai upaya pemerintahannya untuk menjaga agar kesepakatan dengan mitra dagang tetap utuh. Sebab saat ini sejumlah pihak berencana untuk menunda perjanjian dagang dengan AS usai keputusan MA dikeluarkan.

Misalkan ada Uni Eropa yang pada Senin (23/2) kemarin resmi membekukan proses ratifikasi perjanjian dagangnya dengan AS setelah Trump memberlakukan bea masuk sementara baru sebesar 15% untuk impor dari semua negara.

Selain Uni Eropa, mitra dagang utama Paman Sam lainnya seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris juga telah merundingkan pakta perdagangan dengan AS dan kini menuntut kejelasan akan nasib kerja sama dagang mereka.

Simak juga Video 'Prabowo-Trump Sepakati Tarif Dagang Baru, Apa Dampaknya ke Kita?':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads