Masjid di Jalur Mudik Bisa Dipakai Jadi Rest Area

Masjid di Jalur Mudik Bisa Dipakai Jadi Rest Area

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 24 Feb 2026 13:28 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana ingin memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk merealisasikan hal itu, Dudy melakuka
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Agama Nasaruddin Umar/Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk merealisasikan hal itu, Dudy melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (23/2) kemarin.

Dudy berharap masjid-masjid tersebut dapat menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat bagi masyarakat.

"Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman," ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pemanfaatan rumah ibadah, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas lain sebagai titik istirahat bagi pemudik, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.

ADVERTISEMENT

Dudy menilai sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi penting mengingat momentum Idul Fitri tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat.

"Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita," tambah Dudy.

Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idul Fitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang. Namun, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.

Mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa Lebaran diperkirakan bertujuan untuk mudik dan silaturahmi di kampung halaman, yang mencapai sekitar 66% dari total responden survei.

"Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya," terang Dudy.

Simak juga Video 'Korlantas Prediksi 146 Juta Orang Bergerak di Mudik 2026':

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads