Lima Masalah Hadang IKM Komponen
Rabu, 03 Okt 2007 14:42 WIB
Jakarta - Industri kecil menengah (IKM) komponen masih terkendala lima permasalahan dalam menunjang peningkatan penggunaan produksi dalam negeri untuk kebutuhan pemerintah (government procurement).Demikian disampaikan Dirjen Industri Kecil dan Menengah Sakri Widhianto dalam konferensi pers di Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (3/10/2007).Lima permasalahan itu meliputi masalah teknologi, pendanaan, bahan baku, keengganan menggunakan produk lokal dan persaingan dengan produk asing.Untuk teknologi, Sakri mengatakan kemampuan IKM komponen masih terbatas untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh industri perakitan (assembler) karena teknologi yang belum sepenuhnya dikuasai dan belum dimilikinya beberapa jenis teknologi yang diperlukan untuk memenuhi standar mutu tertentu.Penguasaan dan pemilikan teknologi ini menurutnya juga perlu didukung oleh investasi yang memadai. Nilai investasi itu juga tidak murah."Sedangkan sampai saat ini belum ada fasilitasi perkreditan yang dapat dimanfaatkan IKM komponen," ujarnya.Dari sisi bahan baku, sebagian besar bahan baku IKM komponen seperti baja dan kuningan merupakan bahan baku impor. Hal ini mengakibatkan ketersediaan bahan baku tidak terjamin dan harga produk akhir menjadi tidak kompetitif.Akibat hal-hal tersebut industri perakitan makin enggan menggunakan produk lokal. Permasalahan IKM komponen juga makin banyak dengan masuknya produk asing baik legal maupun ilegal yang memperketat persaingan.Saat ini total jumlah IKM logam sebanyak 12.237 unit usaha, namun yang bergerak dibidang komponen kurang dari separuhnya. Selebihnya memproduksi alat pertanian, kebutuhan rumah tangga dan perbengkelan. Untuk IKM komponen produksinya masih difokuskan pada komponen otomotif, permesinan dan elektronik.
(ard/ir)











































