60% Kebun Teh PTPN Ditanam Sejak Zaman Belanda

60% Kebun Teh PTPN Ditanam Sejak Zaman Belanda

- detikFinance
Rabu, 03 Okt 2007 16:28 WIB
Jakarta - PT Perkebungan Nusantara (PTPN) kesulitan melakukan investasi tanaman baru. Tak heran, banyak ditemukan tanaman-tanaman PTPN yang masih jadul. Misalnya kebun teh, yang ternyata 60% merupakan tanaman warisan zaman Belanda.Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, ada kendala luar biasa yang dihadapi BUMN perkebunan seperti PTPN. Setiap kebun sudah berumur 25 tahun, maka aturannya setiap tahun PTPN harus reinvestasi atau replanting kebunnya sebanyak 4 persen.Namun karena dividen pay out ratio yang tinggi sejak krisis tahun 1999, BUMN perkebunan ini tidak bisa investasi tanaman baru."PTPN tidak replant 20 persen tanaman tua bahkan untuk tanaman teh mungkin 60 persen tehnya ditanam belanda. Kenapa? Karena waktu krisis BUMN in untung sehingga dividen pay out ratio-nya tinggi," ujar Sofyan.Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2007).Untuk itu Soyan meminta harus ada keseimbangan pay out ratio dividen BUMN, dimana di satu sisi bisa mengoptimalkan belanja BUMN di satu sisi memberikan keuntungan bagi negara.Selain itu, BUMN perkebunan belum memanfaatkan kredit dari perbankan, padahal Bank Mandiri dan BRI sudah mengalokasikan kredit lebih dari Rp 7 triliun. Dan karena tidak mengambil kredit, BUMN-BUMN perkebunan seperti PTPN tidak reinvestasi atau membuka lahan baru."Akibatnya, dalam tempo beberapa tahun ke depan maka seluruh kebun kita share PTPN makin kecil. Suatu saat sepanjang jalan di kalimantan kita lihat perkebunan kalau tidak dimiliki swasta nasional dimiliki swasta asing," pungkasnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads