Airbus Diguncang Skandal Insider Trading
Kamis, 04 Okt 2007 09:08 WIB
Paris - Airbus diguncang skandal insider trading serius menjelang penerbangan komersial perdana pesawat superjumbo A380 akhir bulan ini.Seorang sumber AFP menyatakan, sekitar 20 eksekutif induk Airbus, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) diduga melakukan insider trading secara bersama-sama. Laporan dugaan insider trading sementara sedang disusun oleh Bapepam Prancis, AMF. Laporan itu telah dikirimkan kepada hakim sejak November tahun lalu.Harian Prancis, Le Figaro seperti dikutip dari AFP, Kamis (4/10/2007) sebelumnya telah melaporkan bahwa dalam dokumen AMF, manajemen dan pemegang saham EADS diduga melakukan insider trading dengan menjual saham terlebih dahulu sebelum masalah yang menerpa Airbus terekspose oleh publik. Airbus, yang merupakan unit usaha EADS sejak beberapa tahun terakhir terus dilanda serangkaian masalah manajemen, produksi dan kesulitaan desain. Pengiriman pesawat superjumbo A380 pun tertunda hingga 18 bulan.Airbus mengumumkan penundaan pengiriman Airbus A380 sebanyak 3 kali yakni pada Maret, Juni dan Oktober 2006. Keterlambatan itu menyebabkan harga saham EADS kolaps. Harga saham EADS anjlok hingga 26% pada 14 Juni 2006, setelah keluarnya peringatan kedua soal terlambatnya pengiriman Airbus A380.Sebuah sumber mengatakan, laporan AMF sudah dipersiapkan dan dikirimkan ke jaksa penuntut sejak bulan lalu. Sementara investigasi oleh hakim Xaviere Simeoni sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. AMF memberi konfirmasi bahwa mereka telah mengirimkan nota kepada jaksa tentang dugaan insider tradingEADS. Namun AMF tidak bersedia memberi detailnya. Le Figaro juga menuliskan, dalam laporan AMF tersebut menyebutkan nama mantan chief executive Airbus yang juga co-chief executive EADS Noel Forgeard yang sudah mengundurkan diri akibat masalah penundaan A380 itu.Nama lainnya adalah chief Airbus saat ini Thomas Enders dan sejumlah direksi dan mantan direksi. Koran tersebut juga menyebutkan secara total ada 1.200 dugaan insider trading yang terdeteksi.
(qom/qom)











































