Negosiasi Harga Batubara PLTU Suralaya Alot
Kamis, 04 Okt 2007 14:17 WIB
Jakarta - Negosiasi harga batubara untuk pasokan PLTU Suralaya masih alot. Kedua calon pemasok masih memberikan harga di atas harga yang diinginkan PT Indonesia Power selaku operator.Direktur Produksi PT Indonesia Power, Achmad Sadikin menjelaskan, baik Kideco maupun Berau Coal mengajukan harga di atas Rp 400 ribu per ton. Sementara pihaknya masih menginginkan harga yang lebih rendah dari itu."Mereka kasih harganya diatas Rp 400 ribu/ton, gede banget," katanya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (4/10/2007).PLTU Suralaya selama ini mendapat pasokan batubara yang sebagian besar dari PTBA. Tapi karena pasokannya tidak cukup, maka mencari tambahan batubara dari pihak lain.Total kebutuhan batubara PLTU Suralaya mencapai 10-14 juta ton per tahun yang tergantung spesifikasi batubaranya. PTBA memasok sekitar 5 juta ton untuk tahun ini dengan harga Rp 374 ribu per ton.Sedangkan untuk tahun depan PTBA menyatakan harga batubaranya akan naik sampai Rp 480 ribu per ton.Sedangkan untuk batubara tambahan, Indonesia Power tengah mencari sebanyak 2 juta ton per tahun."Tapi kita maunya kalau sudah ada pemenangnya, dia pasok untuk 3 tahun," lanjutnya.
(lih/ir)











































