Utang AS Bengkak, Kini Tembus Rp 648 Kuadriliun!

Utang AS Bengkak, Kini Tembus Rp 648 Kuadriliun!

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 02 Mar 2026 10:30 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Utang nasional Amerika Serikat (AS) terus membengkak. Berdasarkan data yang dirilis U.S. Congress Joint Economic Committee, posisi utang Negeri Paman Sam naik menjadi US$ 38,56 triliun atau sekitar Rp 648,47 kuadriliun (asumsi kurs Rp 16.817) per 4 Februari 2026.

Angka tersebut tercatat naik US$ 2,35 triliun atau sekitar Rp 39.557 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang lima tahun terakhir, utang nasional AS naik mencapai US$ 10,70 triliun atau sekitar Rp 180,11 kuadriliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Dibandingkan dengan satu tahun yang lalu, total utang nasional bruto meningkat sebesar US$ 2,35 triliun. Dibandingkan dengan lima tahun yang lalu, meningkat sebesar US$ 10,70 triliun," tulis laporan tersebut, dikutip Senin (2/3/2026).

Secara rata-rata, kenaikan utang AS dalam setahun terakhir mencapai US$ 6,43 miliar atau sekitar Rp 108,25 triliun per hari. Sementara jika dihitung per jam, utang AS naik sekitar US$ 267,76 juta atau sekitar Rp 4,50 triliun per jam.

ADVERTISEMENT

Beban utang itu setara dengan US$ 113.354 per orang atau US$ 286.108 per rumah tangga. Sepanjang setahun terakhir, kenaikan utang per orang tercatat US$ 6.894.

Secara rincian total utang AS berasal dari utang yang dimiliki publik sebesar US$ 30,96 triliun. Kemudian utang antara lembaga pemerintah sebesar US$7,61 triliun. Angka ini disebut masih akan naik mencapai US$ 39 triliun hingga 12 April 2026.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads