IP Incar 5 Pembangkit untuk Pelunasan Piutang PLN

IP Incar 5 Pembangkit untuk Pelunasan Piutang PLN

- detikFinance
Kamis, 04 Okt 2007 17:00 WIB
Jakarta - Indonesia Power memiliki piutang di PLN hingga Rp 18 triliun. Untuk melunasinya Indonesia Power (IP) mengincar lima pembangkit untuk dijadikan asetnya. Kepemilikan pembangkit sebagai aset Indonesia Power memang salah satu solusi yang mencuat dalam rapat dengar pendapat dengan Indonesia Power di gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (4/10/2007). "Ini baru opsi sementara, belum diputuskan. Yaitu agar piutang menjadi swap (dialihkan) ke equity. Jadi piutangnya menjadi kepemilikan aset," kata Anggota Komisi VII Effendi Simbolon.Kelima pembangkit itu adalah PLTU Suralaya (600MW) dengan rencana operasi 2010, PLTU Teluk Naga (900MW) dengan rencana operasi 2010, PLTU Labuan (600MW) dengan rencana operasi 2009-2010, PLTU Pelabuhan Ratu (900MW) dengan rencana operasi 2010, dan PLTU Indramayu (900MW) dengan rencana operasi 2010. Sebelumnya Dirut Indonesia Power Abimanyu Suyoso menyatakan, pihaknya sudah menerima persetujuan dari PLN untuk kepemilikan dua pembangkit, yaitu PLTU Suralaya dan PLTU Labuan. "Direksi PLN sudah menyampaikan ke saya bahwa Suralaya dan Labuan akan diberikan ke Indonesia Power," katanya usai rapat. Dalam paparan tertulisnya, Indonesia Power melaporkan pendapatannya pada 2006 mencapai Rp 28,410 triliun dan pengeluaran Rp 24,903 triliun. Setelah dikurangi biaya penyusutan, maka laba bersihnya 2006 mencapai Rp 2,1 triliun. Effendi menambahkan, piutang Indonesia Power ke PLN mencapai Rp 18 triliun. Piutang itu merupakan pendapatan Indonesia Power yang belum dibayarkan PLN atas pembelian listrik yang dihasilkan Indonesia Power. "Jadi listrik yang dihasilkan Indonesia Power kan dibeli PLN, karena PLN the only buyer. Tapi belum dibayar sampai Rp 18 triliun," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads