Pacific Oil & Gas Siap Garap Blok Kisaran Sendiri
Jumat, 05 Okt 2007 08:50 WIB
Jakarta - Pacific Oil & Gas menyatakan siap menggarap blok Kisaran sendirian dan menjadi operatornya, jika Chevron Pacific Indonesia (CPI) melepas seluruh kepemilikannya di blok tersebut. Corporate Communication Manager PO&G Alfred P Menayang menjelaskan, saat ini proses pemindahan operator itu sedang diproses di BP Migas dan Ditjen Migas. "Kami akan meneruskan pengembangan Kisaran dengan atau tanpa Chevron. Kita masih tunggu penyelesaian di Ditjen Migas dan BP Migas. Kita siap jadi operatornya," katanya di Sangri-la, Jakarta, Kamis (4/10/2007) malam. Blok Kisaran terletak di daratan Sumatera Utara. Pada 15 Juni 2005, PO&G mulai masuk ke blok tersebut yang dikelola Chevron Pacific Indonesia. Dalam joint operating agreement waktu itu, memang ada klausul yang memungkinkan perpindahan operatorship. Saat ini baru satu sumur eksplorasi taruhan yang dibor di lokasi tersebut. Pengeboran itu dilakukan pertengahan 2006 lalu, dan ditemukan indikasi adanya hidrokarbon. Sedangkan untuk pengembangan selanjutnya, Alfred menyatakan PO&G akan menunggu proses di BP Migas dan Ditjen Migas selesai terlebih dulu.Kembangkan Bisnis Migas di Luar NegeriPO&G juga mulai mengembangkan bisnis eksplorasi migasnya ke luar negeri. Sejak Agustus lalu, PO&G telah mengambil bagian di Blok C di Sudan. Dirut PO&G Abdul Rifai Natanegara menjelaskan, pihaknya ambil bagian sebesar 32,5% di pengembangan blok tersebut. "Kami coba terus berkembang, kita lihat-lihat ke dalam dan luar negeri. Kalau luar negeri, kita kemarin sudah kontrak di Sudan, namanya Blok C," katanya. Di blok tersebut, PO&G bergabung dalam perusahaan operator bernama APCO yang sebelumnya sudah terdiri dari berbagai perusahaan nasional Sudan. "Kita masuk ke dalam APCO, semacam perusahaan joint venture untuk mengelola blok tersebut," lanjutnya. Lebih lanjut Dudung menjelaskan, blok C tersebut masih tahap eksplorasi. Ia enggan menyebutkan berapa estimasi cadangan yang ada di blok tersebut, termasuk kapan rencana produksi. "Masih terlalu dini untuk bicara soal itu," katanya.
(lih/qom)











































