Perusahaan Baja Cina Bangun Pabrik di Kalimantan Selatan
Kamis, 04 Okt 2007 18:50 WIB
Jakarta -
Perusahaan baja asing kian gencar berekspansi ke Indonesia. Salah satunya adalah Nanjing Steel Corporation asal Cina yang akan segera membangun pabrik pengolahan bijih besi di Kalimantan Selatan. Kemungkinan perusahaan asal Cina ini akan menjajaki kerjasama dengan PT Krakatau Steel guna memastikan pasokan bahan baku."Kapasitas awalnya 1 juta ton per tahun senilai US$ 400 juta, ini akan direalisasikan tahun depan. Mereka sedang ketemu pemilik kuasa pertambangan lokal," kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari di Departemen Perindustrian, Jakarta, Kamis (4/10/2007).Ansari menjelaskan, selanjutnya kapasitas pabrik perusahaan asal Cina itu akan ditingkatkan menjadi 2 juta ton per tahun.Ansari mengakui banyaknya perusahaan baja asing khususnya dari Cina yang berminat masuk ke Indonesia. Salah satu faktor pendorongnya adalah persediaan bahan baku. "Dari luar banyak yang menjajaki, tapi kalau nasional selain Krakatau Steel saya belum lihat lagi, Cina memilih Indonesia karena ketersediaan pasokan bahan baku," ungkapnya.Data Depperin menyebutkan perusahaan asing asal Cina yang berekspansi dalam proyek pengolahan bijih besi antara lain China Nickel Resources di Kalimantan Selatan, PT Vacation International Indonesia di Sukabumi Jawa Barat, PT Oriental Pratama Indonesia di Banten, PT Fine Wealthy Indonesia di Bengkulu, PT Hoi Cheong Indonesia di Bangka Belitung, PT Sinar Nusantara Mitra Selaras di Kalimantan Selatan. Ada pula yang berasal dari negara lain seperti PT Indoferro asal Singapura dan PT Essar Indonesia asal India.
(ard/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































