Utang Pinjol Warga RI Nyaris Rp 100 Triliun

Utang Pinjol Warga RI Nyaris Rp 100 Triliun

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 16:52 WIB
Infografis Tips Lunasi Utang Pinjol
Foto: Infografis/Fuad Hasim
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan melaporkan outstanding utang masyarakat Indonesia di Peer to Peer (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) mencapai Rp 98,54 triliun per Januari 2026. Angka ini tercatat mengalami peningkatan hingga 25,52% secara year-on-year (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, melaporkan outstanding pinjol pada awal 2026 ini juga tercatat meningkat cukup tinggi jika dibandingkan dengan Desember 2025 lalu yang masih berada di level Rp 96,62 triliun.

"Pada industri pinjaman daring atau Pindar, outstanding pembiayaan pada Januari 2026 tumbuh 25,52% year-on-year dengan nominal sebesar Rp 98,54 triliun, kata Agusman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2026, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Januari 2026 ikut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agusman melaporkan angka TWP90 per Januari 2026 tercatat berada di level 4,38%. Angka ini tercatat meningkat drastis jika dibandingkan posisi Januari 2025 yang sebesar 2,52%. Meskipun pencapaian TWP90 per Januari 2026 tersebut masih berada di batas aman ketentuan OJK yakni tidak melebihi 5%.

ADVERTISEMENT

"Tingkat rasio kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,38%," ujarnya.

Di luar itu, Agusman turut menyampaikan realisasi pembiayaan industri Pergadaian per Januari 2026 mencapai Rp 143,14 triliun. Angka ini tercatat mengalami peningkatan hingga 60,05% secara yoy.

"Pada industri Pegadaian, penyaluran pembiayaan pada Januari 2026 tumbuh sebesar 60,05% year-on-year menjadi 143,14 triliun rupiah dengan tingkat risiko kredit yang terjaga," sambungnya.

Sementara nilai aset industri Pergadaian juga melonjak secara yoy dari Rp 107,90 triliun menjadi Rp 171,07 triliun per Januari 2026.




(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads