Mitra pengemudi Grab, Gojek dan Maxim akan memperoleh THR yang disebut dengan BHR atau Bonus Hari Raya. Kepastian ini disampaikan langsung oleh masing-masing manajemen perusahaan operator yang telah menyatakan dukungan terhadap program BHR.
Maxim sudah mengumumkan kesiapannya memberi BHR sejak pertengahan Februari lalu. Sementara Grab dan Gojek mengumumkan akan meningkatkan alokasi anggaran BHR untuk tahun ini.
BHR Grab
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, tahun 2026 pihaknya meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu menjadi sebesar Rp 100-110 Miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima. Program BHR Grab 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk Mitra Pengemudi Roda 2 dan Mitra Pengemudi Roda 4, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp 850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp 1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp 150.000 untuk GrabBike dan Rp 200.000 untuk GrabCar.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan struktur apresiasi yang lebih cocok pada berbagai tingkat produktivitas. Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order, serta kualitas pelayanan. Pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang pernah menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 Mitra Pengemudi-yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut (Mitra Pengguna).
Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan kebutuhan, preferensi, serta tingkat partisipasi masing-masing individu.
Neneng mengatakan, karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem.
"Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh Mitra Pengemudi Aktif dengan tingkat produktivitas tinggi - yang berjumlah lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi - menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami," ujar Neneng dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
BHR Gojek
Direktur Utama/CEO GoTo Hans Patuwo mengatakan, penyaluran BHR bukan sekadar bentuk dukungan finansial, tetapi juga wujud semangat kekeluargaan yang selalu dijaga oleh GoTo.
Hans menerangkan pada BHR 2026, total alokasi anggaran yang disiapkan perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 110 miliar, naik signifikan dibanding 2025 sebesar Rp 50 miliar.
Selain itu, untuk kategori dengan nominal terendah, besaran BHR meningkat sebesar 3-4 kali lipat, dari sebelumnya Rp 50.000 di tahun 2025, kini menjadi Rp 150.000 untuk mitra roda dua dan Rp 200.000 untuk mitra roda empat di tahun ini.
"BHR merupakan bentuk apresiasi dan semangat kekeluargaan GoTo dalam mendukung Mitra Driver untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana untuk pekerja formal," tambah Hans.
Ia menjelaskan para mitra roda dua akan menerima kisaran besaran BHR mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 900.000. Sementara, mitra roda empat akan menerima kisaran besaran BHR mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 1.600.000. BHR akan disalurkan ke mitra melalui saldo GoPay Mitra mulai tanggal 4 - 6 Maret 2026.
Dalam penetapan penerima, GoTo tetap berfokus pada prinsip keberimbangan berdasarkan kategori/level mitra driver yang tertera di Aplikasi Gojek Driver (aplikasi mitra) agar proses penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Kriteria tersebut mencakup tingkat penggunaan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama atau tambahan diukur melalui jam online dan kualitas pelayanan yang diukur melalui tingkat penerimaan dan penyelesaian order.
Berikut Pembagian Kelompok Penerima BHR:
1. Mitra Juara: Mitra yang menjadikan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama (produktivitas tinggi) dan memberikan kualitas layanan yang baik.
- Mitra Juara akan dibagi menjadi 6 (enam) kategori berdasarkan frekuensi menjadi 'Mitra Juara' dalam satu tahun terakhir (antara 1 hingga 12 kali).
2. Mitra Andalan: Mitra yang menjadikan platform Gojek sebagai sumber pendapatan tambahan/sampingan (produktivitas sedang) dan memberikan kualitas layanan yang baik.
- Mitra Andalan akan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori berdasarkan frekuensi menjadi 'Mitra Andalan' dalam satu tahun terakhir (antara 1 hingga 12 kali).
3. Mitra Harapan: Mitra yang menjadikan platform Gojek sebagai sumber pendapatan sesekali (produktivitas rendah) atau mitra Yang memiliki tingkat penerimaan dan penyelesaian order yang cukup.
-Mitra Harapan yang pernah menjadi 'Mitra Juara' paling tidak 1 (satu) kali dalam 12 (dua belas) bulan terakhir, atau
- Mitra Harapan yang pernah menjadi 'Mitra Andalan' paling tidak 1 (satu) kali dalam 12 (dua belas) bulan terakhir.
BHR Maxim
Maxim Indonesia mengumumkan akan memberikan program sosial kepada mitra pengemudi jelang Hari Raya Lebaran. Salah satu bantuan yang telah dipersiapkan yakni berupa penyerahan Bonus Hari Raya (BHR).
Ada juga insentif, penyerahan paket sembako, dan bantuan komisi aplikasi 0% kepada mitra pengemudi disabilitas, hingga kegiatan berbagi makanan dan berbuka puasa bersama.
Dirhamsyah selaku Development Director Maxim Indonesia mengungkapkan bahwa Maxim telah mempersiapkan dengan matang dalam menyediakan acara dan program sosial untuk menyambut bulan Ramadan 2026 sebagai dukungan terhadap ekosistem transportasi daring.
"Tentunya pada momen Ramadan kali ini, kami akan terus mempersiapkan berbagai dukungan sosial kepada keluarga besar mitra pengemudi kami di seluruh Indonesia. Mengenai BHR, tentunya kami bersama dengan Kemnaker dan stakeholder-stakeholder lainnya akan terus berkoordinasi dan berkontribusi aktif dalam penyaluran ini," ujar Dirhamsyah dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Program ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap dedikasi mitra pengemudi yang telah memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Dalam implementasinya, Maxim menggunakan standar tata kelola untuk menyusun skema penyerahan BHR. Penentuan kriteria dan jumlah bantuan BHR didasarkan pada tingkat keaktifan, kualitas layanan, serta kepatuhan mitra terhadap aturan perusahaan tanpa adanya catatan pelanggaran berat.
Sementara itu, bantuan berupa uang insentif kepada mitra pengemudi akan diberikan berdasarkan pada tingkat signifikansi kontribusi driver terhadap perkembangan layanan. Indikator-indikator ini dilakukan guna menjamin distribusi BHR dan insentif yang objektif, proporsional, dan berkelanjutan.
Penyerahan BHR dan insentif kepada mitra pengemudi selanjutnya akan filaksanakan di berbagai kota layanan Maxim di Indonesia bersamaan dengan pemberian paket sembako dan makanan untuk mitra pengemudi yang membutuhkan dan anak yatim.











































