Harga Emas Meroket, Jual atau Tahan?

Harga Emas Meroket, Jual atau Tahan?

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2026 21:42 WIB
Ingin Investasi Emas? Mulai dari Tring! dengan Cicil Tabungan Emas
Ilustrasi harga emas.Foto: Pegadaian
Jakarta -

Harga emas kian melonjak hingga kini tembus Rp 3 juta per gram. Lantas, dengan tren kenaikan harga emas ini, jual sekarang atau justru menambah koleksi?

Financial Planner Melvin Mumpuni menilai keputusan menjual emas jangan cuma ikut-ikutan tren harga. Namun, harus balik lagi ke tujuan awal.

"Kalau memang tujuannya ini sudah tercapai misal untuk pendidikan, dan itu memang sudah waktunya jual, ya sudah memang waktunya untuk dijual," ujar Melvin dalam acara 'Prima Talk Show' di Gade Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melvin menilai harga emas berpotensi terus meroket. Untuk itu, Melvin mengimbau agar investor membangun tujuan keuangan yang jelas daripada sekadar mengikuti arus tren harga.

"Emas itu sekarang sudah naik, sudah untung gede gitu, masih bisa naik lagi gak? Iya, masih bisa gitu, masih possible. Makanya kembali lagi, sekarang ada tujuan keuangan gak? Kalau memang itu enggak, ya kenapa harus dijual," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Senada, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, justru menambah koleksi emas baik digital maupun fisik alih-alih menjual. Baginya, emas bukan sekadar barang dagangan, tapi pelindung nilai masa depan yang sangat kuat.

Ia pun memberikan analogi soal kekuatan emas sebagai alat proteksi. Yos membandingkan nilai beli emas 1 kilogram di masa lalu dengan sekarang.

Dulu, emas 1 kg mungkin ekuivalen dengan harga sebuah motor Honda Astrea. Namun kini, nilai emas seberat itu sudah melesat berkali-kali lipat.

"Tapi 1 kilogram tahun ini itu ekuivalen dengan Rp 3 miliar, mungkin dapet rumah yang Rp 3 miliar rumahnya sudah bagus ya, Dari tadinya motor, (sekarang) dapetnya rumah," ujar Yos.

Yos mewanti-wanti agar masyarakat tidak gampang tergoda dengan kenaikan harga sesaat jika memang tidak ada kebutuhan mendesak untuk menjual atau menggadai.

"Jadi tolong jangan tergoda ketika lihat, emas sudah naik nih, udah harga sekian nih, oh you are a trader. Not an investor, not thinking about your future, itu aja," tambah Yos.

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads