Prancis Mulai Penyelidikan Internal Insider Trading Airbus
Sabtu, 06 Okt 2007 13:41 WIB
Paris - Kasus insider trading Airbus turut menyeret pemerintah Prancis, yang merupakan pemegang saham utama induk Airbus, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS).Departemen Keuangan Prancis pun sudah memulai penyelidikan internal untuk menguak keterlibatan pemerintah dalam dugaan skandal insider trading saham Airbus. Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde telah memerintahkan Irjen Depkeu Prancis, Betrand Schneiter untuk mempelajari peranan pemerintah di EADS pada periode akhir 2005 hingga Juni 2006.Beberapa pejabat dan dua pemegang saham EADS diduga ikut terlibat dalam penjualan saham ilegal hingga miliaran euro, hanya sesaat sebelum pengumuman masalah yang menimpa Airbus. Pemerintah Prancis merupakan pemegang saham utama EADS, yang menguasai hingga 15%. Sementara konsorsium investor lain termasuk pemerintah Jerman menguasai 7,5%. Mantan menkeu Prencis Thierry Breton kepada komite senat sebelumnya menegaskan, pemerintah sama sekali tidak terlibat dengan skandal tersebut."Pemerintah jauh dari keterlibatan skandal itu," ujar Breton dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Sabtu (7/10/2007).Juru bicara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, David Martinon juga menegaskan bahwa presiden sama sekali tidak mengetahui masalah Airbus tersebut. "Namun semua jawaban akan diberikan, karena ada permintaan yang sangat tinggi untuk transparansi," ujar David.Airbus, yang merupakan unit usaha EADS sejak beberapa tahun terakhir terus dilanda serangkaian masalah manajemen, produksi dan kesulitaan desain. Pengiriman pesawat superjumbo A380 pun tertunda hingga 18 bulan.Airbus mengumumkan penundaan pengiriman Airbus A380 sebanyak 3 kali yakni pada Maret, Juni dan Oktober 2006. Keterlambatan itu menyebabkan harga saham EADS kolaps. Harga saham EADS anjlok hingga 26% pada 14 Juni 2006, setelah keluarnya peringatan kedua soal terlambatnya pengiriman Airbus A380.Manajemen dan pemegang saham EADS diduga melakukan insider trading dengan menjual saham terlebih dahulu sebelum masalah yang menerpa Airbus terekspose oleh publik.
(qom/qom)











































