Menhub Prediksi Mudik Lebaran Mulai Pekan Depan

Menhub Prediksi Mudik Lebaran Mulai Pekan Depan

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2026 19:27 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana ingin memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk merealisasikan hal itu, Dudy melakuka
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, menyebut arus mudik akan dimulai pekan depan tepatnya pada Jumat, 13 Maret 2026. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diperkirakan sekitar 9 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik.

Menyusul tingginya angka pemudik pekan depan, pemerintah mendorong skema work from anywhere (WFA) yang diterapkan jelang lebaran. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas dapat teralihkan dari puncak arus mudik.

"Kita bisa lihat bahwa hari Jumat tanggal 13 (Maret) itu sudah mulai terjadi pergerakan. Jadi semula hari Jumat, kalau kita tidak berlakukan WFA itu ada sekitar 4,4 juta pergerakan. Maka pada hari Jumat setelah berlaku WFA ada peningkatan menjadi hampir 9 juta. Jadi hampir 100% peningkatan," ungkap Dudy kepada wartawan di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dudy menjelaskan, puncak arus mudik akan terjadi pada 16-17 Maret 2026. Sementara untuk arus balik ditetapkan pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan simulasi yang Kemenhub lakukan, pergerakan pemudik tanpa menerapkan skema WFA pada 16 Maret diperkirakan mencapai 21,2 juta orang. Begitu juga pada tanggal 18 Maret, pergerakan arus mudik diperkirakan mencapai 22 juta orang.

"Dengan penerapan work from anywhere ini diharapkan terjadi penurunan, karena terdistribusi dari simulasi kami pada tanggal 16 diharapkan turun menjadi sekitar 18 juta, 18,9 juta. Dan pada hari Rabu tanggal 18 Maret turun menjadi sekitar 15,6 juta," jelas Dudy melanjutkan.

Dia menambahkan secara total pergerakan pemudik pada periode lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut menurun sekitar 1,75% dari tahun sebelumnya sebesar 146,4 juta orang.

"Namun kami sebagaimana pengalaman sebelumnya, bahwa ada lonjakan antara survei dan realisasi, maka kami harus mengantisipasi apabila ternyata timbul lonjakan dengan angka yang berbeda dari survei tersebut," pungkas Dudy.

(ahi/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads