Garuda Tak Lagi Maskapai Bintang 5, Menhub Buka Suara

Garuda Tak Lagi Maskapai Bintang 5, Menhub Buka Suara

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 07 Mar 2026 03:00 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana ingin memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk merealisasikan hal itu, Dudy melakuka
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi merespons Garuda Indonesia tak lagi maskapai penerbangan bintang 5 versi Skytrax.

Skytrax memberikan peringkat untuk Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang 4 untuk kualitas pesawat dan layanan, padahal sebelumnya Garuda merupakan bintang 5.

"Kita melihat lagi kira-kira mana yang perlu kita perbaiki, sehingga yang tadinya sempat peringkat 5 dalam waktu yang panjang bisa kita raih kembali. Ya perbaikan tentunya perlu, memperbaiki dan juga mempertahankan itu ya," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Dudy menilai Garuda Indonesia dapat memperbaiki layanan dan tetap mengutamakan keselamatan dalam operasionalnya.

"Jadi tidak disikapi secara apa ya, kalau anak muda, ya enggak usah panik lah," tutur Dudy.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, manajemen Garuda Indonesia dalam keterangan tertulis menyampaikan Sejalan dengan dinamika industri penerbangan global, termasuk adanya pembaruan klasifikasi rating layanan yang dirilis oleh lembaga pemeringkatan maskapai internasional, Skytrax, Garuda Indonesia memahami hal tersebut sebagai bagian dari refleksi atas fase transformasi yang tengah dijalankan perusahaan.

"Pada tahun 2026 kami akan perkuat melalui berbagai inisiatif penguatan landasan aspek layanan," ujar manajemen Garuda, dikutip Jumat (6/3)

Dalam beberapa tahun terakhir Garuda Indonesia berfokus pada pemulihan serta penguatan dan penyehatan fundamental kinerja perusahaan utamanyapasa aspek keuangan dan keberlanjutan usaha.

"Proses tersebut secara bertahap turut menghadirkan berbagai langkah improvement pada sejumlah aspek layanan dan operasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju fondasikinerja usaha yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan," jelas pihak manajemen

Sebagai informasi, Skytrax dalam situs resminya mengumumkan penurunan peringkat Garuda Indonesia dari maskapai bintang 5 ke bintang 4. Penilaian tersebut mengacu pada kenyamanan kursi, fasilitas, makanan & minuman, hiburan dalam pesawat (IFE), kebersihan, dan lain-lain.

Skytrax memaparkan sejumlah PR yang harus diperbaiki Garuda Indonesia yang membuat mereka turun bintang. Adapun masalah yang paling disorot, terkait banyak produk di dalam pesawat dan fasilitas darat yang usang di Jakarta dan Denpasar.

"Sebagai mantan Maskapai Bintang 5, Garuda Indonesia sedang menjalani masa restrukturisasi. Dengan banyak produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat usang dan perlu ditingkatkan/dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi status Maskapai Bintang 4," tulis Skytrax dikutip dari detiktravel.

Skytrax menambahkan, walaupun pelayanan dari para staf baik, namun standar produk yang dimiliki olah Garuda Indonesia mengalami penurunan setiap tahunnya.

"Meskipun standar layanan staf tetap baik, standar produk telah menurun terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir untuk mempertahankan peringkatnya," kata Skytrax

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads