Kondisi Genting Ekonomi RI, Harus Bagaimana?

detikSore

Kondisi Genting Ekonomi RI, Harus Bagaimana?

20detik Signature - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 14:43 WIB
INVESTOR MULAI KABUR DARI RI
Foto: Fildan
Jakarta -

Ekonomi RI kembali terpuruk dalam masa perang di Timur Tengah. Dari lantai bursa, RTI Business menunjukkan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (9/3/11) terkoreksi lebih dari 5%. Seperti dirangkum detikFinance, IHSG tercatat sempat bergerak di level terendahnya pada posisi 7.100-an. Disebutkan jika kondisi ini dipengaruhi oleh sikap para investor yang tengah mengurangi investasi aset berisiko di kawasan negara berkembang.

Kondisi ini mirip dengan situasi yang terjadi pada pekan lalu. Pada Kamis (5/3), IHSG juga terkoreksi 4% dan berada di level 7000-an. Sama dengan hari ini, anjloknya IHSG di level tersebut dipengaruhi oleh situasi perang Amerika Serikat dengan Iran yang tak kunjung mereda.

Perkembangan situasi ini mendorong Iran untuk mempertahankan penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada transportasi perdagangan. Eskalasi perang tidak hanya berdampak pada IHSG saja. Ekonomi Indonesia kini tengah menuju pada krisis multisektor. Penutupan jalur perdagangan itu ditafsir akan berimbas pada gejolak harga minyak dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pihak menakar jika harga minyak akan naik bila APBN tak sanggup menahan kenaikan harga minyak global. Ekonom INDEF Hakam Naja mengatakan, harga minyak dunia sudah menyentuh angka US$ 92 per barel. Ia menyebut jika harga tersebut jauh di atas asumsi makro APBN 2026 yang mematok harga minyak di kisaran US$ 70 per barel.

"Indonesia mesti waspada dengan harga minyak yg terus melonjak menjadi US$ 92 per barel, tertinggi sejak 2020. Kenaikan UD$ 1 per barel minyak akan menaikkan defisit sebesar Rp 6,8 triliun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Lalu apa kebijakan yang dapat digunakan sebagai sekoci dalam situasi ini? Simak diskusinya dalam detikSore!

Beralih ke berita peristiwa, detikSore akan mengulas lebih lanjut longsornya 'gunung sampah' di Bantar Gebang. Terjadi pada Minggu (8/3) siang, peristiwa ini menewaskan empat orang pekerja yang tengah beraktivitas di kawasan tersebut.

Hingga saat ini proses evakuasi dan pembersihan kawasan longsor terus berlangsung. Bagaimana situasi terbaru dari longsornya tumpukan sampah di Bantar Gebang? Simak laporan langsung Jurnalis detikcom selengkapnya.

Menutup episode hari ini, detikSore akan menghadirkan Kuintet indie pop asal Jakarta, Sunwich. Merilis album teranyar mereka bertajuk Apophenia, Sunwich berusaha merangkum ragam kisah pribadi para personel dengan warna musik khas sang kuintet, ceria, enerjik dan berbunga-bunga. Apophenia sendiri dikutip dari sebuah istilah psikologi dimana mengartikan berbagai fenomena yang terjadi dan mengaitkannya dengan berbagai hal yang tidak berhubungan satu sama lain.

Terbentuk sejak 2019, Sunwich telah mengeluarkan satu EP berjudul "Storage" (2020) serta bermain di berbagai event lintas negara. Mereka suda bermain di Monsoon Music Festival, F1 Grand Prix Singapore 2023 hingga melakukan Tur di Jepang pada akhir 2025. Mari berkenalan lebih dekat dengan Sunwich dalam segmen Sunsetalk sore nanti!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads