Situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar mata uang. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJounery mengakui eskalasi konflik di kawasan tersebut juga turut berdampak pada sektor pariwisata.
"Dari sektor pariwisata sendiri apapun yang terjadi sampai hari ini volatilitas di harga energi, nilai tukar dan lain sebagainya sudah pasti itu impact. Kita semua sama-sama paham," ujar Direktur Komersial InJourney Veronica H Sisilia dalam konferensi pers di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Ia juga tidak menampik situasi global bisa memicu pada transportasi, seperti pembatalan penerbangan. Kendati begitu, Veronica menilai sektor pariwisata dalam negeri masih kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penopangnya, yakni magnet wisata domestik. Berkaca pada Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 14,4%. Menurutnya, hal ini menggambarkan wisata domestik masih tetap kuat.
"Sudah pasti penerbangan ada cancellation dan lain sebagainya. Itu pasti impact, nggak mungkin nggak impact. Tapi kami believe di sektor industri pariwisata cukup kuat wisata domestiknya created ke apapun yang InJourney siapkan," imbuh Veronica.
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat memperkirakan tingkat okupansi hotel yang dikelola InJourney saat momentum Idul Fitri mencapai 63%. Adapun berdasarkan kelas bintang hotel, Christine menyebut untuk kelas bintang lima ditargetkan tumbuh 60%.
"Untuk (hotel) bintang 4 kita itu akan meningkat sampai dengan 75%. Lalu bintang 3 kita akan meningkat sampai dengan 55%. Dan kalau kita lihat berdasarkan proyeksi tingkat okupansinya itu di 63% memang masih di-lead oleh klaster Bali," ujar Christine.
Hotel bintang lima yang diperkirakan okupansinya tinggi, yakni seperti Merusaka Nusa Dua, Bali Beach Hotel, The Meru Sanur, hingga The Patra Bali Resort and Villas. Sementara hotel bintang empatnya, seperti Grand Inna Sumadra Beach, Manohara Hotel Yogyakarta, Truntum Kuta Bali, Grand Inna Tanjungan Surabaya.
"Nah, lalu di bintang 3-nya ada, ada Khas Parapat di Danau Toba, ada Khas Tegal, dan juga ada Cordia Banjarmasin," jelasnya.
(acd/acd)










































