Tak Takut Dirampok, Jasa Tukar Uang Pinggir Jalan Dijaga 'Mata-mata'

Tak Takut Dirampok, Jasa Tukar Uang Pinggir Jalan Dijaga 'Mata-mata'

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 15:46 WIB
Jasa tukar uang baru melayani pembeli.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap uang baru meningkat tajam. Kondisi ini mendorong usaha jasa tukar uang kian menjamur, salah satunya di pinggir-pinggir Jalan Asemka, Jakarta Barat.

Hanya bermodalkan bangku plastik dan payung sebagai penangkal terik matahari, di sudut-sudut jalan dekat Kota Tua itu sekitar 13 penyedia jasa menjajakan uang pecahan nominal Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000 untuk ditukarkan kepada 'pembeli'.

Tampa rasa takut kehilangan apalagi dirampok orang, para penyedia jasa secara terbuka menunjukkan segepok uang baru kepada setiap pengguna jalan yang melintas. Jumlah uang yang ditampilkan ini belum termasuk yang mereka simpan dalam tas masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang penukar uang yang sudah 10 kali Lebaran 'berdagang' di kawasan itu mengaku kepercayaan diri ini didapatnya dari kebersamaan dengan para penyedia jasa lain. Belum lagi menurutnya ada 'mata-mata' yang secara rutin berkeliling dan memantau para penukar uang.

"Kan ada teman kita di sini, mata-mata. Iya ada lah, masa kita doang, ada teman kita di sini," ucapnya saat ditemui detikcom, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya sosok 'mata-mata' ini merupakan orang utusan dari sosok 'bos' penyedia uang baru. Sebab uang yang dijajakan para penyedia jasa ini merupakan 'titipan' dari sang bos yang memantau dari jauh.

"Jadi bukan kita doang yang di sini, ada di dekat-dekat kita melihat, kalau ada yang jambret langsung dikejar. Bukan duit kita ini, punya orang ini," terangnya.

Ia menjelaskan sistem 'pinjam', penyedia jasa mendapatkan uang baru untuk ditukar di pinggir jalan. Nantinya uang baru ini akan dikembalikan lagi usai seharian dijajakan di pinggir jalan.

"Beli kita juga. Iya beli, saya beli juga, makanya begitu ada tambahan. Kalau tukar dari bank masa kita kasih harga segitu," ujar penyedia jasa tukar uang itu.

"Ratusan juta, ratusan juta lah modalnya. Ada kita pinjaman dari bos, nanti kalau sudah pulang kita kembalikan lagi yang dipinjam. Sisa dapat berapa, itu yang kita bawa pulang," jelasnya lagi.

Simak juga Video 'Jasa Tukar Uang Mulai Bermunculan di Kota Tua':

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads