Kematian Ibu dan Anak di Asia Pasifik Tinggi

Kematian Ibu dan Anak di Asia Pasifik Tinggi

- detikFinance
Senin, 08 Okt 2007 12:35 WIB
Jakarta - Pelaksanaan Millennium Development Goals (MDGs) sudah setengah jalan. Namun angka kematian ibu di kawasan Asia Pasifik masih tinggi.Berdasarkan laporan MDGs: Progress in Asia and the Pacific 2007 yang diperoleh detikFinance, Senin (8/10/2007), angka kematian ibu akibat melahirkan masih sebanyak 300 per 100.000 kelahiran.Angka ini 30 persen lebih tinggi daripada angka kematian ibu di Amerika Latin dan Kawasan Karibia. Angka kematian ibu di kawasan Asia Pasifik menyumbang setengah dari angka kematian ibu global.Laporan itu juga menyebutkan angka kematian bayi masih tinggi. Angkanya 60 untuk setiap 1.000 kelahiran, dua kali lipat dibanding angka kematian bayi di Amerika Latin dan Karibia.Selain dua masalah tadi, kawasan Asia Pasifik masih memiliki permasalahan dalam kurangnya penyediaan air minum dan sanitasi."Kita membutuhkan kemitraan global dengan menyalurkan dana ke daerah dan orang-yang benar-benar membutuhkan," ujar Omar Noman, Deputy Director of UNDP Regional Center for Asia and the Pacific."MDGs kini berada di paruh waktu, dan memiliki kesempatan bersejarah untuk mengangkat jutaan orang yang hidup dalam garis kemiskinan," ujar Shiladitya Chatterjee, Head of the Poverty Unit ADB. Kesepakatan MDGs ini lahir pada September 2000 dan diprakarsai oleh 189 negara anggota PBB. Dalam MDGs terdapat 8 tujuan yang ingin dicapai pada tahun 2015 ke depan. Yakni pemberantasan kemiskinan dan kelaparan, mewujudkan pendidikan dasar, mendorong kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lain, menjamin kelestarian lingkungan, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads