Cuti Lebaran Panjang, Ditribusi Pasokan Makanan Terganggu

Cuti Lebaran Panjang, Ditribusi Pasokan Makanan Terganggu

- detikFinance
Senin, 08 Okt 2007 17:44 WIB
Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menilai cuti bersama lebaran yang sangat panjang 12-19 Oktober akan berdampak pada terganggunya distribusi makanan dan menurunnya pasokan produksi.Kondisi ini akan membuat gejolak harga yang lebih lama dibanding lebaran-lebaran sebelumnya."Biasanya kalau lebaran tahun-tahun lalu, dengan gejolak harga 10-20% tiga hari setelah lebaran akan mulai turun. Namun kali ini karena cuti diperpanjang pabrik yang memproduksi makanan baru akan masuk tanggal 22 Oktober," kata Ketua Umum GAPMMI Thomas Dharmawan dalam perbincangannya dengan detikFinance, Senin (8/10/2007).Selain itu, kondisi jalan yang lebih memprioritaskan angkutan penumpang mudik akan membuat barang-barang industri terhambat perjalanannya.Dengan adanya tradisi mudik, lanjut Thomas, membuat perekonomian negara bergerak sampai ke desa-desa. Karena saat ini belum musim tanam yang biasanya uang itu diberikan kepada keluarga untuk membeli pupuk, benih dan alat pertanian, oleh masyarakat desa dialihkannya untuk membeli produk konsumsi. Dampaknya stok di daerah akan berkurang. Padahal banyak toko kini tidak lagi berani melakukan stok barang yang banyak karena takut adanya razia makanan kadaluarsa.Diperkirakan harga makanan yang terus naik saat ini akan berlangsung hingga November. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads