Konsumsi BBM Nasional Memuncak pada H-3 Lebaran
Selasa, 09 Okt 2007 08:45 WIB
Jakarta - Pertamina memperkirakan konsumsi nasional BBM menjelang lebaran akan mencapai puncaknya pada H-3. Pertamina pun pasang berbagai strategi untuk menghadapinya.Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya menjelaskan, waktu puncak konsumsi BBM menjelang lebaran sebenarnya akan berbeda-beda di tiap wilayah.Untuk wilayah Jawa Barat, akan mengalami puncaknya pada H-3, Jakarta pada H-4, dan Jawa Timur H-1. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah (Yogyakarta dan Solo) diperkirakan justru akan memuncak pada H+2."Kebanyakan pemudik menuju Jateng. Tapi biasanya mereka sudah terlanjur mengisi bensin di pertengahan Jawa Barat. Jadi saat di Jateng bensinnya masih penuh," katanya dalam jumpa pers di gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (8/10/2007).Tapi secara rata-rata, kebutuhan BBM menjelang lebaran akan memuncak pada H-3. Untuk menghadapinya, Pertamina menyiapkan beberapa hal. Pertama, menambah pasokan BBM dan BBK sebesar 10%. Kedua, seluruh depot/instalasi/terminal transit akan buka 24 jam, sehingga pengisian mobil tangki bisa tetap berlangsung. Begitu juga dengan SPBU-SPBU di sepanjang jalur mudik. Selain akan buka 24 jam, SPBU juga akan dilengkapi dengan fasilitas pijit dan pos kesehatan. Kepala Divisi BBM Pertamina Djaelani Sutomo menyatakan, kenaikan permintaan BBM transportasi sudah mulai terasa. Terutama di SPBU Cikampek yang penjualannya sudah meningkat 47%. Sementara Hanung menjelaskan, kenaikan penjualan di SPBU-SPBU mencapai rata-rata 30-40%. Tapi ada SPBU yang penjualannya naik tajam sampai 200% seperti yang terjadi di Karanganyar. "Biasanya itu terjadi di SPBU yang punya halaman luas, ada restoran, mushola, sehingga bisa sekalian istirahat," katanya. Ketiga, Pertamina juga menyiapkan 35 kantong BBM di SPBU yang rawan kemacetan. Dengan menempatkan mobil tangki yang berisi penuh di lokasi tersebut, maka tangki pengisi BBM dan BBK tidak perlu terhambat macet. Beberapa tangki Solar di 12 SPBU juga dikonversi sementara jadi tangki premium. Karena kebutuhan premium yang naik tajam. Dengan demikian, Pertamina menjamin pasokan BBM dan BBK baik darat, air, dan udara akan aman. Begitu juga dengan penggunaan elpiji.
(lih/ir)











































