Nekat Mainkan Harga Daging Sapi, Distributor Langsung Kena Semprit

Nekat Mainkan Harga Daging Sapi, Distributor Langsung Kena Semprit

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 13 Mar 2026 12:54 WIB
Penjual daging sapi memotong dagangnya di salah satu pasar tradisional Jakarta. Harga daging sapi lokal di pasaran Ibukota masih berada dikisaran harga Rp 120 ribu/kg. Para pedagang ini mengeluhkan tingginya harga daging sapi yang kerap terjadi dipas
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah bergerak cepat menindak distributor yang nekat memainkan harga daging sapi. Kenaikan sepihak harga daging sapi karkas yang sempat menyentuh Rp 110.000 per kg dianulir dan dipaksa turun kembali ke level Rp 107.000 per kg.

Langkah ini dilakukan setelah ditemukannya anomali harga di tingkat distributor yang merupakan mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengingatkan tidak boleh ada pelaku usaha sektor pangan yang menaikkan harga dalam momen Ramadan sampai Idul Fitri. Apalagi daging sapi termasuk yang diminati masyarakat untuk merayakan Idul Fitri nanti.

"Kita pahami sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman bahwa harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat. Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedloter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur," kata Ketut dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pengawasan harga di setiap lini pasar, pemerintah juga terus melaksanakan fungsi stabilisasi harga daging sapi bersama BUMN pangan. Ketut mengungkap PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari telah berkomitmen untuk menggenjot operasi pasar untuk menyambut Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

"Kami juga sudah sepaham dengan PPI dan Berdikari untuk melaksanakan operasi pasar daging sapi sampai Idul Fitri mendatang. Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Jadi tak hanya memastikan kesesuaian harga jual di pasaran saja, pemerintah juga bersama BUMN menggencarkan akses pangan murah," terang Ketut.

Adapun perkembangan harga daging sapi secara nasional dalam pantauan Bapanas sepanjang Ramadan ini cukup terkendali. Ini dapat terlihat sebelum Ramadan harga daging sapi sempat bertengger di Rp 143.048 per kg pada 15 Februari lalu. Namun per 11 Maret mulai menurun 1,64% menjadi Rp 140.698 per kg.

Sementara jika dilihat dari jumlah daerah berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) keluaran Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah daerah dengan penurunan IPH daging sapi justru semakin meningkat pada pekan pertama Maret 2026, yakni sebanyak 48 kabupaten/kota.

Torehan tersebut merupakan jumlah daerah dengan penurunan IPH daging sapi paling besar dalam sebulan terakhir. Ini karena pada pekan kedua sampai keempat Februari masing-masing hanya sebanyak 25, 22, dan 19 kabupaten/kota saja.

Sementara itu, Pengelola RPH, Ibnu Abbas, memastikan pihaknya telah menegur distributor tersebut agar patuh pada arahan pemerintah. Ia pastikan harga daging sapi di tingkat distributor telah dikembalikan sesuai yang diarahkan pemerintah.

"Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 (Maret) malam, harga sudah turun menjadi Rp 107.000 per kilogramnya, (dalam bentuk) karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai hari raya nanti," ujar Ibnu Abbas.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads