Biang Kerok Emas Loyo di Tengah Perang AS & Israel Vs Iran

Biang Kerok Emas Loyo di Tengah Perang AS & Israel Vs Iran

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2026 16:30 WIB
Gold bars of various values are stored in a safe deposit room in Munich, Germany, January 28, 2026. REUTERS/ Angelika Warmuth
Foto: REUTERS/Angelika Warmuth
Jakarta -

Harga emas dunia melemah memasuki minggu kedua perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Diketahui, perang ketiga negara tersebut sudah berlangsung sejak Sabtu 28 Februari lalu.

Dilansir dari CNBC, harga emas dunia sempat naik ke US$ 5.423 per troy ons saat serangan pertama AS dan Israel terhadap Iran. Kenaikan harga emas kala itu didorong oleh beralihnya investor ke aset aman seperti emas.

Kemudian investor melakukan aksi jual yang menekankan harga emang lebih dari 6%. Saat ini, harga emas di pasar spot diperdagangkan antara US$ 5.050 per troy ons hingga US$ 5.200 per troy ons di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga emas spot terakhir terlihat diperdagangkan pada US$ 5.175 per troy ons. Kondisi ini disebut mencerminkan kurangnya momentum kenaikan harga emas dunia.

Hal ini diperkuat dengan nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi. Selain itu, kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan suku bunga juga menjadi kekhawatiran investor pada komoditas emas.

ADVERTISEMENT

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik terhadap aset yang menghasilkan imbal hasil seperti obligasi pemerintah, dibanding logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.

"Pergerakan harga emas dan perak saat ini tampak lesu, tetapi mungkin itu perasaan yang wajar setelah beberapa pergerakan epik selama beberapa bulan terakhir," kata CEO Metals Daily, Ross Norman, dikutp dari CNBC, Sabtu (14/3/2026).

Dia menambahkan, investor institusional khawatir untuk memegang emas batangan karena volatilitas yang luar biasa. Sementara itu, banyak investor yang panik menjual emas karena penurunan harga di pasar spot.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads