Konsumsi BBM 2007 Membengkak

Dipicu Naiknya Pasar Kendaraan

Konsumsi BBM 2007 Membengkak

- detikFinance
Kamis, 11 Okt 2007 09:08 WIB
Jakarta - Konsumsi BBM tahun 2007 melonjak dari kuota yang ditetapkan dalam APBNP 2007. Penyebab utama kenaikan tersebut adalah pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor yang melampaui prediksi. Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memprediksi meningkatnya konsumsi BBM tahun ini yang terlihat selama empat bulan terakhir kebutuhan BBM terus membesar. Dari jatah APBNP 2007 sebanyak 36,1 juta kiloliter, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono memperkirakan realisasi konsumsi mencapai setidaknya 37,3 juta kiloliter. Sementara dari data yang diberikan Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo, prediksi realisasi konsumsi BBM bisa mencapai 38,2 juta kilo liter. Terdiri dari premium 17,6 juta kilo liter, solar 10,7 juta kilo liter, dan minyak tanah 9,8 juta kilo liter. Mereka menjelaskannya disela-sela buka puasa bersama, di Jakarta, Rabu (10/10/2007) malam. Kenaikan realisasi konsumsi BBM itu mulai terasa sejak bulan Mei hingga September kemarin. "Mulai Mei-Juni sudah terasa konsumsinya diatas rata-rata yang kita perkirakan," katanya. Realisasi konsumsi BBM pada bulan Mei naik 0,9% dari kuota. Pada bulan Juni naik lagi menjadi 2%, Juli menjadi 4,9%, dan Agustus menjadi 5,4%. Menurut Adi, penyebab utama kenaikan tersebut adalah pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor yang melampaui prediksi. Jika prediksi BPH Migas yang menggunakan data Gaikindo, pertumbuhan kendaraan bermotor hanya sekitar 5-6%. "Tapi ternyata sekarang sudah lebih dari 6%. Lihat saja, jalanan jadi macet banget," lanjutnya. Penyebab lainnya adalah tidak suksesnya program konversi minyak tanah ke elpiji. Ini menyebabkan target penurunan konsumsi minyak tanah tidak tercapai. Tak hanya itu, Adi juga mengeluhkan tidak dilibatkannya BPH Migas dalam penurunan kuota BBM pada APBNP 2007. "Waktu itu (APBNP) diterapkan, kita tidak dilibatkan. Yang menetapkan Ditjen Migas dan Departemen Keuangan," katanya. Dari data BPH Migas, sebelumnya usulan BPH migas untuk kuota tahun 2007 mencapai 39,7 juta kilo liter. Terdiri dari Premium 17,460 kilo liter,minyak tanah 9,510 kilo liter, dan solar 12,836 kilo liter. Namun Kuota APBN 2007 hanya dipenuhi sebesar 37,9 juta kilo liter. Terdiri dari premium 17 juta kl, minyak tanah 9,9 juta kl, dan solar 11 juta kl. Sedangkan pada APBN-P 2007 kuota diturunkan lagi menjadi 36,1 juta kiloliter. Terdiri dari premium 16,582 juta kl, minyak tanah 9,59 juta kl, dan solar 9,857 juta kl. Sedangkan realisasi BBM bersubsidi dari Januari sampai September 2007 mencapai 28,503 juta kl. Terdiri dari premium 13,093 juta kl, minyak tanah 7,399 juta kl, solar 8,010 juta kl. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads