Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Begini Datanya

Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Begini Datanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2026 14:30 WIB
Suasana pedagang cabai di Pasar Tanjung, Lombok Utara, Rabu (25/2/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Suasana pedagang cabai di Pasar Tanjung, Lombok Utara, Rabu (25/2/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Jakarta -

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjamin kebutuhan pangan Indonesia aman dan tercukupi dengan baik pada musim hari raya Lebaran tahun ini. Kebutuhan pangan mulai dari beras hingga daging sapi disebut Sudaryono berada dalam level yang aman.

Level aman yang dimaksud olehnya adalah pasokannya cukup dan harganya juga dijual sesuai dengan harga eceran atau acuan sesuai aturan pemerintah.

"Aman itu dua. Yang pertama pasokannya cukup, dan yang kedua kita mengupayakan dan menjaga agar harga pasokannya cukup dan harganya sesuai dengan HET, terkendali, dan terjangkau bagi masyarakat," papar Sudaryono dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya saja beras, dia memaparkan saat ini ada sekitar 29 juta pasokan yang ada di dalam negeri. Mulai dari pasokan cadangan beras pemerintah, beras siap panen, dan beras yang ada di masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Itu sama dengan kemampuan kita, ketahanan pangan, ketahanan beras kita bisa mencapai 324 hari atau kira-kira 10,8 atau 11 bulan yang akan datang," ujar Sudaryono.

Dari bahan paparannya, tercatat komoditas beras ketersediaannya ada 29,3 juta ton dengan kebutuhan sampai Mei 2026 12,94 juta ton, stok beras surplus 16,38 juta ton. Kemudian untuk gula konsumsi ketersediaannya ada 1,81 juta ton dengan kebutuhan 1,18 juta ton, stok gula surplus 632 ribu ton.

Selanjutnya ada komoditas cabai. Untuk cabai besar stoknya mencapai 452 ribu ton dengan kebutuhan 388 ribu ton, stok cabai besar surplus 63 ribu ton. Sementara untuk cabai rawit stoknya mencapai 477 ribu ton dengan kebutuhan 382 ribu ton, stok cabai rawit surplus 95 ribu ton.

Kemudian komoditas jagung, stoknya mencapai 11,49 juta ton dengan kebutuhan 7,1 juta ton, stok jagung surplus 4,35 juta ton.

Dari sisi perunggasan, ada daging ayam stoknya mencapai 2,52 juta ton dengan kebutuhan 1,68 juta ton, stok daging ayam surplus 837 ribu ton. Lalu, telur ayam stoknya ada sekitar 3,16 juta ton dengan kebutuhan 2,73 juta ton, stok telur surplus 423 ribu ton.

Pada komoditas bawang, dari sisi bawang merah stoknya ada 586 ribu ton dengan kebutuhan 533 ribu ton, stok bawang merah surplus tipis 53 ribu ton. Sementara bawang putih stoknya ada 311 ribu ton dan kebutuhannya mencapai 296 ribu ton, surplus tipis 15 ribu ton.

Sementara itu, daging sapi atau kerbau stoknya tercatat 627 ribu ton dengan kebutuhan 394 ribu ton, stok surplus 233 ribu ton. Terakhir ada kedelai stoknya mencapai 1,48 juta ton dengan kebutuhan 1,14 juta ton, stok surplus 335 ribu ton.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads