AS Bakal Produksi Drone Tempur Berkecepatan Tinggi, Ini Spesifikasinya

AS Bakal Produksi Drone Tempur Berkecepatan Tinggi, Ini Spesifikasinya

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2026 23:00 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat (AS), Anduril Industries akan memproduksi drone tempur berkecepatan tinggi FURY loyal wingman dalam beberapa hari mendatang. Produksi dilakukan seiring meningkatnya minat militer AS terhadap pesawat tanpa awak setelah keberhasilan di medan perang melawan Ukraina dan Iran.

Produksi akan dilakukan di pabrik baru di tengah ladang jagung dan peternakan kuda, 32 km di selatan Columbus, Ohio. Pemerintahan Presiden Donald Trump berharap perusahaan itu akan membantu mengubah manufaktur senjata dengan menghadirkan teknologi mutakhir lebih cepat dan berbiaya lebih rendah.

Salah satu pendiri dan kepala operasional Anduril, Matt Grimm mengatakan pendekatan manufaktur mereka berbeda secara fundamental dari kontraktor pertahanan tradisional. Alih-alih mendesain produk terlebih dahulu dan mengkhawatirkan produksi kemudian, perusahaan ini memasukkan kemampuan manufaktur sejak hari pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anduril memilih material komersial seperti aluminium, menggunakan teknik komposit yang dipinjam dari industri perahu rekreasi, serta memilih mesin jet bisnis komersial untuk program FURY secara khusus karena rantai pasokan dan ekosistem pemeliharaannya yang mapan.

ADVERTISEMENT

Produksi pesawat otonom FURY perusahaan akan menjadi yang pertama diluncurkan di fasilitas tersebut. FURY adalah produk Anduril yang diikutsertakan dalam program Pesawat Tempur Kolaboratif, bagian dari rencana Angkatan Udara untuk melengkapi jet tempurnya.

"Sejak prototipe pertama, kami telah bekerja sama dengan para insinyur kami di setiap pembuatan, memikirkan, bagaimana kita mendesainnya untuk produksi," kata Grimm dikutip dari Reuters, Jumat (20/3/2026).

Adapun perusahaan tersebut telah mengoperasikan fasilitas produksi di Mississippi, Australia, Rhode Island, Colorado, Atlanta, Carolina Utara dan California Selatan.

(kil/kil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads