Inflasi Oktober Lebih Rendah
Minggu, 14 Okt 2007 14:37 WIB
Jakarta - Inflasi Oktober 2007 diperkirakan lebih rendah dibandingkan September 2007 yang sebesar 0,8 persen. Sebab tekanan kenaikan barang kebutuhan pokok pada 2 minggu pertama tidak tajam.Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan ketika ditemui di kediaman Menteri Keuangan, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (13/10/2007)."Kelihatannya kalau dirata-rata selama 2 minggu pertama (Oktober) itu rasanya inflasi memang tidak melonjak. Satu hari menjelang hari raya itu ada tekanan, tapi perubahannya biasa. Pada pagi hari daging harganya cenderung naik, tapi kalau mulai siang turun lagi, kalau kita mencatat harga hari itu, itu kan harga rata-rata. Jadi kalau ada orang ribut harga-harga naik, itu pagi, tapi siang mulai turun," paparnya.Rusman mengatakan, dalam 2 minggu pertama ini beberapa bahan pokok tidak naik seperti beras dan minyak goreng. Kenaikan harganya hanya terjadi pada harga daging.Karena alasan itulan Rusman memperkirakan bahwa inflasi Oktober akan lebih rendah. "Secara year on year (YOY) juga akan rendah. Jangan lupa Oktober tahun lalu inflasi tinggi karena menjelang lebaran. Jadi kalau nanti bulan Oktober ini lebih rendah dari tahun lalu, yoy-nya akan turun," jelasnya.
(dnl/djo)











































