Penyaluran bantuan pangan sampai saat ini baru tersalurkan beras 8.011.440 kg dan minyak goreng 1.602.288 liter.
Pemerintah melalui Perum Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan pangan secara masif, termasuk ke wilayah dengan tantangan geografis seperti Kepulauan Seribu.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menargetkan, penyaluran bantuan pangan ini ditargetkan selesai 100% pada April 2026. Ia mengakui sebelumnya penyaluran bansos terkendala libur natal, tahun baru hingga Hari Raya Lebaran, sehingga pasca hari raya baru dilanjutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kami juga berkendala kaitan dengan faktor menghadapi natal dan tahun, kami juga menghadapi lebaran dan ramadan kemarin, kami fokus Ramadan dan Lebaran dulu, setelah Ramadan dan Lebaran kami lanjutkan lagi untuk penyaluran untuk selesai harapan kami paling lambat di pertengahan bulan April," kata Rizal di, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Kamis (26/3/2026).
Untuk diketahui, program bantuan pangan beras dan minyak goreng ini menyasar 33,2 juta penerima manfaat. Adapun jumlah beras yang siap disalurkan sebanyak 660 ribu ton dan minyak goreng 132 ribu kiloliter.
Masing-masing PBP akan mendapatkan bantuan pangan sebanyak 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen untuk menjaga kelancaran distribusi hingga ke wilayah terluar. Salah satunya ke Kepulauan Seribu, yang mencakup 4.102 PBP yang tersebar di berbagai pulau, antara lain Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Khusus di Pulau Untung Jawa, bantuan disalurkan kepada 402 PBP.
Dalam kesempatan itu, Rizal juga langsung meninjau proses penyaluran di Pulau Untung Jawa. Ia menegaskan distribusi bantuan hingga ke wilayah kepulauan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin akses pangan masyarakat tanpa terkecuali.
"Kami memastikan bahwa setiap masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, mendapatkan haknya atas pangan. Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. BULOG hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," ujarnya.
Program bantuan pangan merupakan bagian dari stimulus ekonomi pada kuartal pertama tahun ini yang diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi
(ada/hns)









































