Titah Prabowo ke Bos KAI-Perumnas Usai Blusukan ke Bantaran Rel Senen

Titah Prabowo ke Bos KAI-Perumnas Usai Blusukan ke Bantaran Rel Senen

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2026 12:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan mendadak ke permukiman padat di sekitar bantaran rel, Senen, Jakarta Pusat. (Cahyo - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Foto: Cahyo - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberikan titah khusus kepada bos PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas). Titah khusus ini diberikan usai dirinya melakukan blusukan ke bantaran rel kereta api di Kawasan Senen, Jakarta Pusat sore kemarin.

Titah khusus itu adalah untuk membangun hunian dan fasilitas MCK bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta yang dia kunjungi kemarin. Perintah itu disampaikan Prabowo secara langsung kepada Dirut KAI Bobby Rasyidin dan Plt. Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan.

Instruksi juga disampaikan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan juga Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Mereka dikumpulkan Prabowo secara langsung pada malam hari usai blusukan dilakukan untuk melakukan rapat koordinasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (hadir Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian dan MCK bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api," ujar unggahan akun Instagram@sekretariat.kabinet, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Perintah Prabowo disebut langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan hunian baru dilakukan tidak jauh dari lokasi asal warga.

"Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian & MCK baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka," tulis keterangan tersebut lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah Prabowo saat blusukan menerima laporan bahwa sebagian warga telah menetap selama puluhan tahun di pinggir rel dengan kondisi hunian terbatas. Prabowo juga ingin agar penyediaan tempat tinggal yang layak dan fasilitas dasar harus bisa direalisasikan secepat mungkin.

"Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin," tutup keterangan tersebut.

(hal/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads