Kontainer Numpuk, Eksportir Keluarkan Biaya Ekstra
Rabu, 17 Okt 2007 13:25 WIB
Jakarta - Para eksportir mengeluhkan biaya ekstra yang terpaksa dikeluarkan akibat cuti lebaran diperpanjang. Perpanjangan cuti lebaran tersebut telah menyebabkan tumpukan kontainer di pelabuhan Tanjung Priok.Barang-barang dalam kontainer tersebut terpaksa ikut antre karena keterbatasan petugas pelabuhan yang bertugas. "Sudah ada laporan dari eksportir tekstil Jawa Tengah bahwa kontainer mereka terpaksa mundur dari jadwal pengiriman karena mesti antr keluar dari Tanjung Priok, kondisi ini terjadi sejak dua hari lalu," kata Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (17/10/2007).Akibat penumpukan itu, pengiriman barang menjadi terlambat sehingga para eksportir terancam dipotong pembayarannya hingga 50 persen ataupun penalti oleh para buyer.Menurut Ernovian, para buyer, terutama dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tak mau menerima alasan libur lebaranSelain itu, larangan truk tak boleh lewat sejak H-4 membuat para eksportir harus mengeluarkan biaya ekstra lagi."Dengan adanya aturan truk kontainer tak boleh lewat siang hari sejak H-4 lebaran membuat kita terpaksa membayar pengawalan karena kontainer baru keluar dari pabrik pada malam hari. Biayanya sekitar 200 ribu hingga 300 ribu perkontainer," ujarnya Biaya semakin bertambah karena sopir rata-rata minta kenaikan upah. Menurut Ernovian, biaya tambahan itu diminta karena kebanyakan sopir mudik lebaran."Mencari truk dan sopir menjelang lebaran susah, semuanya mudik biasanya yang tidak mudik meminta bayaran dua kali lipat," ungkapnya.Ernovian menjelaskan, aktivitas bongkar muat di pelabuhan tanjung Priok baru mulai terlihat padat pada hari ini. Meskipun demikian, armada petugas yang belum seluruhnya masuk membuat pelayanan masih tersendat-sendat.
(arn/qom)











































