Harga Minyak Melonjak, Harga Plastik Naik US$ 50
Rabu, 17 Okt 2007 16:53 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia yang terus melonjak mencapai US$ 87 perbarel mengakibatkan harga polietilen atau plastik yang berbahan baku nafta harganya ikut terkerek naik. Jika kenaikan harga minyak dunia bertahan hingga bulan depan, maka harga plastik dunia yang saat ini US$ 1.450 per metrik ton akan menjadi US%$ 1.500 per metrik ton.Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Industri Plastik dan Olefin Indonesia (Indonesian Olefin and Plastic Industry Association/INAplas) Didie Soewondo dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Rabu (17/10/2007)."Jangka menengah dan panjang ada efek psikologi dari kenaikan harga minyak dunia, dengan harga minyak saat ini yang US$ 87 per barel dampak ke harga plastik time lag sebulan. Artinya pertengahan November akan ada kenaikan harga US$ 50 permetrik ton," ungkap Didie.Didie menjelaskan hampir 80 persen nafta yang digunakan industri olefin berasal dari impor dan hanya 20 persen saja yang dipasok oleh Pertamina. Akibatnya, harga plastik dalam negeri selalu mengikuti harga minyak dunia.Jika harga benar naik, menurut Didie, permintaan akan turun sekitar 10 persen. Padahal selama ini permintaan dalam negeri cukup stabil dengan persentase kenaikan sekitar 4%."Konsumsi plastik dalam negeri 2,4 juta ton, sedangkan produksi lokal sekitar 1,6 juta ton. Sehingga untuk memenuhi konsumsi impor plastik diambil dari Timur Tengah, Singapura, Thailand, Malaysia dan Cina," pungkasnya.
(arn/qom)











































