Investor RI Pilih Hati-hati, India-Cina Paling Optimistis
Rabu, 17 Okt 2007 17:35 WIB
Jakarta -
Lebih dari 70 persen investor di India dan Cina optimistis iklim investasi di negara mereka akan membaik dalam tiga bulan mendatang. Sementara hanya 26 persen investor Jepang yang mempercayai hal serupa.Demikian hasil riset yang dilakukan ING Investor Sentiment Tracking Study terhadap 1.308 investor kaya di 13 negara Asis Pasifik dalam siaran pers yang diterima detikfinance, Rabu (17/10/2007)."Survei ini menunjukkan kemungkinan korelasi antara tingkat pengalaman investor dan kepercayaan mereka terhadap pasar. Di negara yang perekonomiannya lebih matang tampak konservatif. Sebaliknya India dan Cina sangat optimistis. Ini mungkin karena sejarah berinvestasi mereka relatif masih pendek," kata juru bicara ING Scholten dalam siaran persnya.Bagaimana dengan Indonesia? Dari sekian banyak investor Indonesia yang diwawancara, sekitar 47 persen diantaranya mengaku optimistis. Ini mengesankan investor Indonesia cenderung berhati-hati meski ada sedikit optimisme. ING menilai, investor Indonesia kini lebih tertarik pada diversifikasi investasi ke instrumen lain seperti dana investasi real estate, alokasi dana pensiun dan instrumen berbunga tetap lainnya."Situasi makro ekonomi yang stabil dan membaik membuat investor Indonesia lebih yakin terhadap investasi jangka menengah dan panjang," jelasnya.Survei juga membuktikan, investor Indonesia cukup optimis mengenai return of investment (RoI) yang akan didapat dalam tiga bulan mendatang. Ini terlihat dari 55 persen investor Indonesia yang mengaku optimistis akan hal tersebut. Selain itu, bisnis properti juga tercatat sebagai ladang investasi favorit di Indonesia. Terbukti dengan 58 persen responden memilih properti ketimbang investasi dalam bentuk emas, tunai, dana pensiun, apalagi investasi di saham lokal. Padahal di beberapa negara seperti Jepang, Hong Kong, Singapura, Korea, China, Taiwan, dan Thailand, saham lokal menjadi pilihan investasi yang paling diminati.Sedangkan terkait minat investasi di saham IPO, hanya 4 persen responden Indonesia yang telah melakukannya dalam tiga bulan terakhir. Dan hanya 17 persen yang berniat melakukannya dalam tiga bulan mendatang.
(lih/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































