Mendag Buka Suara soal Impor Bawang Putih dari China

Mendag Buka Suara soal Impor Bawang Putih dari China

Ilyas Fadilah - detikFinance
Minggu, 29 Mar 2026 07:55 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Menteri Perdagangan Budi Santoso.Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara soal imor bawang putih dari China di tengah lonjakan biaya logistik. Kenaikan biaya logistik terjadi akibat pecahnya perang di Timur Tengah

Budi memastikan hingga saat ini belum ada dampak signifikan kenaikan biaya logistik terhadap harga bawang putih impor. Impor yang mayoritas berasal dari China masih berjalan normal karena jalur logistik dinilai tetap aman.

"Ya, ini pertama begini. Kalau bawang putih kan kebanyakan impornya dari China. Ya dari China memang kalau logistiknya masih aman. Jadi kita impor untuk bawang putih juga masih jalan, nggak ada masalah. Bahkan impornya dari China itu belum 100%," kata Budi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan, pemerintah mengatur ritme impor agar tidak dilakukan secara besar-besaran dalam waktu singkat. Jika impor melonjak drastis, permintaan ke pemasok akan meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga dari negara asal.

"Yang artinya, apa sebenarnya, begini ya, kenapa kalau impor bawang putih karena suppliernya kan satu, artinya yang kita ambil itu kan dari China. Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, harga naik. Karena permintaan melonjakan, supplier China juga pasti akan naikin harga," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Karena itu, pemerintah memilih menyesuaikan volume impor secara bertahap. Hal ini juga dilakukan demi menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

"Makanya salah satu caranya adalah impornya itu pelan-pelan gitu ya. Jadi sesuai kebutuhan di dalam negeri, menyesuaikan sehingga harga di dalam negeri jadi stabil. Kalau tiba-tiba kita justru impor banyak, nanti yang dari suppliernya akan menaikkan harga," tambah Budi.

Sementara itu, untuk komoditas kedelai, Budi memastikan kondisi masih relatif aman dan belum menunjukkan adanya kenaikan harga. "Kedelai sampai sekarang juga masih aman, gak ada kenaikan," tutupnya.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads