Moody's Naikkan Peringkat RI
Kamis, 18 Okt 2007 11:09 WIB
Singapura - Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investor Service menaikkan peringkat Indonesia, yang merefleksikan track record Indonesia dalam kehati-hatian fiskal. Kenaikan peringkat juga merefleksikan perbaikan posisi eksternal, reformasi struktural dan manajemen kebijakan Indonesia."Pengendalian fiskal yang masih berlanjut, belanja pemerintah daerah dan pusat yang masih dibawah target, apresiasi mata uang yang membantu pengurangan rasio utang pemerintah dari 100% PDB tahun 2000 menjadi sekitar 34% pada 2008," ujar Aninda Mitra, analis Moody's untuk Indonesia menjelaskan soal kenaikan peringkat dalam siaran persnya, Kamis (18/10/2007).Peringkat surat utang dalam mata uang asing dan lokal Indonesia dinaikkan satu tingkat menjadi Ba3 dari B1. Sementara batas atas surat utang Indonesia dalam mata uang asing dinaikkan dari Ba3 menjadi Ba2. Batas atas simpanan bank dalam mata uang asing juga dinaikkan dari B2 menjadi B1. Sedangkan batas atas surat utang dalam mata uang lokal dan batas simpanan bank dalam mata uang lokal belum direview dan masih pada Baa2. Seluruh prospek atau outlook untuk peringkat tersebut adalah 'stabil'."Indonesia bersama-sama negara emerging markets menghadapi ujian pada Agustus saat masalah subprime yang berhubungan dengan pengetatan pasar kredit negara-negara berkembang sehingga memicu aliran modal keluar," jelas Mitra.Namun menurutnya, cadangan devisa yang besar mampu menutup kewajiban yang jatuh tempo, termasuk juga berlanjutnya aliran modal masih dari surplus neraca berjalan dan penanaman modal asing."Hal itu memberi keseimbangan neraca yang cukuo untuk menutupi pembalikan aliran portofolio secara temporer dan menenangkan sentimen investor," katanya."Pasar finansial Indonesia kini sudah pulih sepenuhnya dan cadangan devisa terus naik hingga level tertingginya," tambah Mitra.Moody's juga menjelaskan, kombinasi atara pengurangan subsidi BBM yang cukup tajam dan meningkatnya porsi surat utang dalam mata uang lokal berbunga tetap juga mengurangi kerentanan fiskal atas guncangan mendadak.Selain itu, meski tidak disertai dengan apresiasi real effective exchange rate, kesinambungan utang menjadi lebih terpercaya karena adanya kombinasi pertumbuhan yang dinamis, tingkat suku bunga yang rendah dan stabil dan defisit yang dijaga pada level 1,5-2%.
(qom/qom)











































