314 Ribu Penumpang Kembali ke Bali Naik Kapal Feri

314 Ribu Penumpang Kembali ke Bali Naik Kapal Feri

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Mar 2026 11:08 WIB
Pemudik keluar dari kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (26/3/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Foto: Pemudik keluar dari kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (26/3/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jakarta -

Arus balik Lebaran di lintasan Ketapang-Gilimanuk disebut lancar dan terkendali. Puncak arus balik dimulai pada Minggu pagi kemarin. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut ribuan kendaraan pemudik bergerak menuju Pelabuhan Ketapang untuk kembali ke Bali, membentuk antrean panjang yang dinamis, namun tetap mengalir dalam kendali.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menegaskan kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik di lintasan tersebut.

"Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik," ujar Yossianis dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan trafik mulai terlihat sejak Senin, 23 Maret 2026 hingga Sabtu 28 Maret 2026. Pada Sabtu, tercatat pergerakan tertinggi mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa fase puncak arus balik telah berlangsung.

ADVERTISEMENT

Data reservasi tiket melalui platform Ferizy juga menunjukkan tren signifikan. Sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.256 unit telah terlayani hingga H+6, sementara sekitar 12.798 unit kendaraan masih dalam perjalanan menuju pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan.

Angka tersebut mencerminkan arus balik belum sepenuhnya mereda. Potensi kepadatan masih akan terjadi seiring kedatangan kendaraan secara bertahap, sekaligus menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang agar pengguna jasa dapat terhindar dari penumpukan.

Berdasarkan data produksi per 12 jam pada 29 Maret 2026 atau H+7, tercatat 22.804 penumpang telah menyeberang. Kendaraan yang dilayani meliputi 3.438 sepeda motor, 2.024 mobil pribadi, 667 truk logistik, dan 272 bus, dengan total 6.401 unit. Secara kumulatif sejak 22 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00, sebanyak 97.683 kendaraan dan 314.491 penumpang telah kembali ke Bali.

Meski padat, antrean di lintas Ketapang-Gilimanuk tetap bergerak berkat pengaturan operasional yang disiplin. ASDP menerapkan strategi prioritas dengan mendahulukan kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus, guna memastikan perjalanan keluarga lebih cepat dan nyaman. Sementara itu, kendaraan logistik tetap dilayani dengan skema fleksibel berbasis kondisi lapangan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan bahwa pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan.

"Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap," jelas Arief.

Untuk menjaga kelancaran, hingga 32 kapal dioperasikan, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan. Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas. Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90%, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga.

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads