APPSI Minta Pemasok Ayam dan Daging Tak Layak Makan Diusut
Kamis, 18 Okt 2007 13:00 WIB
Jakarta - Asosiasi Pedagang pasar Tradisional se-Indonesia (APPSI) gerah dengan semakin banyaknya isu negatif terhadap kualitas barang yang dijual di pasar tradisional. Isu-isu negatif itu menyebabkan omsetnya anjlok.Untuk itu, APPSI meminta pemerintah jangan hanya sekedar melakukan sidak untuk mendapatkan pedagang nakal yang menjual daging gelonggongan maupun ayam berformalin. APPSI juga meminta pemerintah mengusut siapa pemasoknya."Tidak semua pedagang melakukan itu masih banyak yang jujur, pedagang yang telah lama berjualan tidak mungkin ambil resiko seperti itu, mereka biasanya sudah punya pemasok tetap yang kualitasnya terjamin," keluh Sekjen APPSI Ngadiran dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (18/10/2007).Ngadiran juga mengeluhkan tidak jelasnya informasi mengenai ditemukannya daging gelonggongan dan ayam formalin sehingga masyarakat mencap seluruh pedagang pasar melakukan tindakan ilegal tersebut."Yang perlu dilacak darimana pemasok pedagang yang menjual daging dan ayam tak layak itu, bisa jadi ini strategi bisnis menjatuhkan nama pedagang pasar yang dilakukan oleh kompetitor," ungkapnya. Menurutnya, berdasarkan pelacakan anggota APPSI pedagang yang melakukan tindakan ilegal tersebut adalah pedagang dadakan yang hanya mencari keuntungan sesaat. Namun justru dampaknya berkepanjangan, semua pedagang dinilai buruk.
(arn/qom)











































