Minta Maaf, Menhub Ungkap Penyebab Macet Horor Tol Trans Jawa

Minta Maaf, Menhub Ungkap Penyebab Macet Horor Tol Trans Jawa

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 30 Mar 2026 18:30 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Wiragandhi
Menteri Perhubungan Dudy Wiragandhi.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi minta maaf atas kemacetan yang terjadi di Tol Trans Jawa saat periode angkutan lebaran 2026 lalu. Pasalnya, pada 18 Maret 2026 kemacetan di Tol Trans Jawa berlangsung selama berjam-jam.

Dudy mengakui, kepadatan yang terjadi pada periode angkutan lebaran ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. Untuk 18 Maret 2026, ia mengatakan merupakan salah satu puncak arus tertinggi sepanjang sejarah Tol Trans Jawa.

"Nah memang ada saat jadi kita mesti melihat bahwa tidak keseluruhan menjadi horor tapi memang ada saat dimana terjadi kepadatan. Kami memahami dan juga mohon maaf terhadap terjadinya kepadatan tersebut," uja Dudy usaimenutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dudy penyebab utama kemacetan adalah keterbatasan kapasitas rest area.

"Kepadatan tersebut terjadi pada hari-hari tertentu ya dan seperti tanggal 18 kalau saya tidak salah itu salah satunya adalah kendalanya ada di rest area. Nah itulah menjadi bahan evaluasi dan sebagai catatan juga bahwa pada tanggal 18 tersebut merupakan puncak tertinggi yang pernah terjadi di sepanjang jalan tol khususnya di Transjawa," katanya.

ADVERTISEMENT

Dudy menambahkan, kemacetan yang terjadi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Selain itu juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pembenahan di beberapa rest area yang ada di Tol Trans Jawa.

"Dan ini sudah ditanggapi oleh Menteri PU untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa rest area yang ada khususnya di Trans Jawa," katanya.

Dudy menambahkan pemerintah akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalam penggunaan rest area. Dalam hal ini ialah, bagaimana seharusnya rest area dimanfaatkan untuk istirahat, termasuk tidak berhenti di sembarang tempat.

"Kemudian juga lama mereka berada di rest area juga itu harus kita melakukan edukasi kembali karena semakin lama itu kemudian menghambat kendaraan-kendaraan yang memang membutuhkan istirahat di rest area," tutur Dudy.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads