APBN 2008 Sudah Antisipasi Harga Minyak US$ 90/barel

APBN 2008 Sudah Antisipasi Harga Minyak US$ 90/barel

- detikFinance
Jumat, 19 Okt 2007 10:24 WIB
Jakarta - Pemerintah dan DPR dalam pembahasan APBN 2008 sudah mengantisipasi lonjakan kenaikan harga minyak mentah dunia bakal tembus US$ 90 per barel. Untuk itu, meski harga minyak kini menembus US$ 90 per barel, DPR belum berniat mengubah asumsi APBN 2008.Namun apabila harga melesat diatas US$ 90 per barel, DPR akan segera memanggil Menteri ESDM dan Menteri Keuangan tanpa menunggu jadwal.Demikian dikatakan anggota Komisi VII DPR RI Alvin Lie dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Jumat (19/10/2007)."Harga minyak naik bukan sesuatu mengejutkan, kami akan terus pantau apakah kondisi ini akan terus berlanjut atau hanya fluktuasi pasar. Kalau tren ini bertahan DPR akan mendesak pemerintah untuk kaji ulang asumsi APBN. Harga US$ 90 belum berpengaruh, kalau lebih dari itu APBN harus dirombak," ungkap Alvin.Menurutnya, tidak mungkin APBN 2008 yang telah disahkan dirombak lagi. Karenanya, jika ada perubahan asumsi akan dimasukan dalam APBN-P 2008."Keputusan menaikan harga BBM tergantung opsi apa yang akan diambil pemerintah, apabila angka subsidi BBM dipertahankan berarti volumenya yang dikurangi sehingga akan difokuskan siapa yang berhak menerima subsidi dengan pengawasan, opsi lainnya ya harga BBM dinaikan," ungkapnya.Alvin menambahkan implikasi lonjakan harga minyak dunia terhadap dalam negeri tidak langsung berpengaruh karena Pertamina mengimpor minyak dalam bentuk terkontrak 3 hingga 6 bulan."Apabila harga terus bertahan, dampak baru akan terasa di kuartal I 2008. Maka kami akan terus monitor," tambahnya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads