Indonesia Tak Takut Bersaing dengan CPO Malaysia
Jumat, 19 Okt 2007 13:04 WIB
Jakarta -
Indonesia optimistis akan mampu bersaing dengan Malaysia dalam ekspor Crude Palm Oil (CPO). Karena Indonesia lebih fokus pada produksi CPO mentah, sedangkan Malaysia lebih fokus pada produksi turunan CPO.Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung BPEN, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (19/10/2007)."Sedangkan dengan kondisi seperti itu dengan permintaan dunia yang sangat tinggi, kita akan dapat bersaing dengan Malaysia dalam CPO," ujar Mari.Menurut Mari saat ini pemerintah kesulitan mengontrol produksi CPO di dalam negeri."Kalau di Malaysia 80 persen perusahaannya dimiliki pemerintah jadi lebih mudah pemerintah berperan, sedangkan di Indonesia 2/3 dimiliki swasta," ungkapnya.Karena itulah pemerintah kesulitan untuk mengontrol harga minyak goreng yang harganya terus melambung."Saat ini harga CPO dunia sangat tinggi, itu sebabnya harga minayk goreng tidak bisa ekuilibrium seperti tahun lalu," ungkapnya.Untuk itu pemerintah menyiapkan 3 instrumen penangkal kenaikan harga minyak goreng yakni pajak ekspor progresif, pembebasan PPN minyak goreng dan subsidi minyak goreng melalui pasar murah.
(arn/ir)










































