Harga Minyak Tinggi, Industri Didorong Pakai BBN
Jumat, 19 Okt 2007 13:28 WIB
Jakarta - Tingginya harga minyak mentah dunia yang sempat menembus US$ 90 per barel membuat pemerintah mendorong dunia usaha untuk melakukan diversifikasi penggunaan energi ke bahan bakar non fosil atau bahan bakar nabati (BBN). Meski demikian mekanisme penggunaannya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah."Intinya dunia usaha perlu didorong untuk tetap dapat meningkatkan produksi ditengah kenaikan harga minyak dunia salah satunya dengan penggunaan bahan bakar alternatif. Tapi mekanisme penggunaan seperti pemasaran dan harga masih menjadi PR tim bahan bakar nabati," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di gedung BPEN, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (19/10/2007).Menurutnya pemerintah tengah menyiapkan program untuk mengatasi kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada harga pangan dunia."Ini bukan problem Indonesia saja, tapi juga dunia," ujarnya.Langkah yang disiapkan pemerintah dengan meningkatkan produksi pangan dengan menggunakan bahan bakar alternatif. Kedua mengembangkan teknologi dan meningkatkan stok bahan bakar alternatif yang tidak bersaing dengan kebutuhan pangan misalnya jarak.
(arn/ir)











































