Harga Minyak Tembus US$ 90, BBM Industri Bisa Naik 10%
Jumat, 19 Okt 2007 14:42 WIB
Jakarta -
Harga minyak dunia yang telah tembus level US$ 90 per barel akan membuat biaya produksi industri kian mencekik.Kenaikan harga minyak yang terjadi belakangan ini mampu mendongkrak harga BBM industri bulan depan maksimal 10 persen. Bahkan dampaknya makin membesar terhadap produk jadiDemikian disampaikan pengamat minyak dari LP3ES, Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi detikFinance, Jumat (19/10/2007)."Pengaruhnya ke BBM industri mungkin kurang dari 10 persen. Tapi kalau produk jadinya bisa lebih dari 10 persen," katanya.Pengaruh lonjakan minyak juga akan terasa pada harga tiket pesawat karena fuel surcharge yang dikenakan akan semakin besar.Apa yang bisa dilakukan pemerintah?Bagi Pri sebenarnya pemerintah sudah telat mengantisipasi lonjakan harga minyak ini. Seharusnya sejak dulu pemerintah sudah gencar menggarap energi alternatif sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada minyak."Kalau ditanya pemerintah bisa ngapain, sebenarnya nggak bisa ngapa-ngapain. Kan pemerintah nggak punya pengaruh apapun," katanya.Namun sebagai solusi dalam jangka waktu dekat, ia mengusulkan agar sistem penghitungan subsidi diubah, tidak lagi menggunakan perhitungan MOPS.
(lih/ir)










































