Harga Minyak Surut ke US$ 88
Sabtu, 20 Okt 2007 10:42 WIB
New York - Setelah sempat menembus level tertingginya di US$ 90,07 per barel, harga minyak mentah dunia akhirnya ditutup surut ke level US$ 88 per barel.Pada perdagangan Jumat (19/10/2007) di New York, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman November ditutup turun 87 sen ke level US$ 88,60 per barel. Harga minyak sempat menembus level tertingginya di US$ 90,02 per barel.Di London, kontrak utama jenis Brent ditutup turun 81 sen ke level US$ 83,79 per barel, setelah sempat menembus level US$ 84,88 per barel.Harga minyak sempat 'mengamuk' menyusul ketatnya suplai dan memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang dipicu ketegangan antara Turki dan Irak."Ketakutan faktor geopolitik yang terus menerus memberi support yang baik bagi (kenaikan) harga minyak," ujar analis dari Sucdem, Andrey Kryuchenkov seperti dikutip dari AFP, Sabtu (20/10/2007).Harga minyak melonjak sejak awal pekan ini menyusul keputusan parlemen Turki yang memberikan persetujuan untuk langkah militer terhadap pemberontak Kurdi di Irak bagian utara.Harga minyak juga melambung dipicu oleh melorotnya dolar AS hingga ke level tertingginya atas euro. Pelemahan dolar membuat komoditas minyak mentah menjadi semakin murah.
(qom/qom)











































