IMF: Ekonomi Asia Masih Kuat
Sabtu, 20 Okt 2007 12:01 WIB
Washington - Meski memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat di tahun 2008, namun Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan kawasan Asia akan mempertahankan pertumbuhan yang kuat. Pertumbuhan Asia yang kuat sudah menjadi tren sajak tahun 2007, dan diperkirakan masih bertahan meski sedikit melemah pada tahun 2008. Untuk kawasan Asia, IMF memperkirakan bisa tumbuh hingga 8% pada tahun 2007, sebelum akhirnya sedikit surut menjadi 7,2% pada tahun 2008. Sebelumnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya tumbuh 4,8% pada tahun 2008. Demikian laporan 'Regional Economic Outlook' untuk Asia Pasifik yang dilansir IMF, seperti dikutip detikFinance, Sabtu (20/10/2007).Untuk Asia, pertumbuhan masih ditopang oleh China dan India, yang merupakan negara industri baru. Sementara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam) juga mencatat pertumbuhan yang cukup baik didukung oleh kuatnya permintaan domestik. IMF juga menyatakan, tekanan inflasi kawasan Asia Pasifik juga masih terkendali. Meski harga-harga bahan pokok terus naik, namun inflasi inti masih terkendali. Hal itu terbukti di China, dimana harga-harga untuk produk pertanian terus meningkat dan menyebabkan inflasinya membubung hingga 6,5%. Namun sejauh ini hanya ada sedikit bukti akan ada dampak putaran kedua dari inflasi itu.IMF juga menyoroti besarnya surplus neraca berjalan dan berlanjutnya aliran modal. Sementara apresiasi mata uang yang cukup rendah di kebanyakan negara karena adanya intervensi bank sentral, telah menyebabkan cadangan devisa kawasan ini menembus hingga US$ 4 triliun. China mencatat porsi terbesar dengan cadangan devisa lebih dari US$ 1 triliun. Berkaitan dengan masalah krisis subprime mortagage yang sempat menggegerkan dunia mulai Agustus lalu, kawasan Asia Pasifik justru tenang-tenang saja.Menurut IMF, Asia bukan menjadi pusat dari krisis tersebut, sementara pasar dan institusi finansial masih tetap terjaga dengan baik. Eksposure langsung ke subprime mortgage AS dan struktur kredit lainnya dari kawasan ini sangat kecil. Kebanyakan pasar finansial Asia Pasifik sudah pulih, bahkan beberapa diantaranya kembali mencatat rekor tertingginya.
(qom/qom)











































