Rotan Langka, Produsen Mebel Beralih ke Plastik

Rotan Langka, Produsen Mebel Beralih ke Plastik

- detikFinance
Minggu, 21 Okt 2007 12:10 WIB
Jakarta - Kelangkaan pasokan bahan baku rotan membuat produsen mebel mengalihkan bahan baku produksinya ke plastik. Hal ini dipicu semakin turunnya permintaan mebel rotan di pasar dunia karena faktor sulitnya pemeliharaan.Demikian dikatakan Ketua Umum Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) Ambar Polah Tjahyono dalam perbincangan dengan detikFinance, Jakarta, Minggu (21/10/2007)."Sejak dua tahun ini permintaan dunia terhadap mebel rotan terus merosot, bahkan negara tujuan ekspor mebel dari rotan yang terbesar seperti Jepang dan Eropa sudah mengalihkan permintaannya ke mebel plastik," kata Ambar.Meskipun biaya produksi dengan bahan baku plastik lebih mahal, tapi produsen mebel tidak keberatan. Karena selain bahan bakunya mudah dicari, juga mudah untuk dijual."Tahun ini permintaan ekspor mebel plastik naik hingga 40 persen dari total ekspor mebel. Sedangkan rotan yang permintaannya terus turun, tampaknya di tahun ini angkanya akan dibawah ekspor mebel rotan tahun lalu yang sebesar 30 persen," ungkapnya.Terkait kelangkaan pasokan rotan, anggota ASMINDO akan turun ke lapangan pada November mendatang. Mereka akan mengecek mengapa hal ini dapat terjadi."Kita akan pantau apakah permainan pasar atau memang rotannya yang tidak ada. Tapi memang saat ini di Sulawesi rotan belum dipanen karena masih terus hujan," ungkapnya.Ambar mengungkapkan, pihaknya curiga bahwa rotan mentah tersebut lebih banyak diekspor secara ilegal ke Hongkong dan sekitarnya. Karena setelah dicek kuota izin ekspor rotan yang digunakan hanya 5 persen. (arn/nvt)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads